Shia LaBeouf Ditangkap Saat Mardi Gras New Orleans, Dugaan Ujaran Kebencian Picu Sorotan
Chahaya Simanjuntak• Sabtu, 21 Februari 2026 | 09:00 WIB
AKTOR Shia LaBeouf. F The Hollywood Reporter
Batampos - Aktor HollywoodShia LaBeoufkembali menjadi sorotan setelah ditangkap pada Selasa dini hari saat perayaan Mardi Gras berlangsung diNew Orleans. Insiden tersebut kini menghadapi pengawasan publik lebih luas, setelah seorang pria yang mengaku menjadi korban, Jeffrey menyebut peristiwa itu sebagai dugaan kejahatan bermotif kebencian homofobik.
Keributan terjadi sekitar 15 menit setelah tengah malam di R Bar, kawasan Faubourg Marigny. Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan LaBeouf bersikap agresif di luar bar saat ditahan beberapa orang.
Akibat insiden tersebut, dua bartender dilaporkan mengalami luka, sementara LaBeouf menghadapi dua dakwaan ringan. Berdasarkan catatan pengadilan, ia dibebaskan pada Selasa siang dengan jaminan pribadi dan dijadwalkan kembali ke pengadilan pada 19 Maret 2026 mendatang.
Jeffrey “Damnit”, figur lama di komunitas New Orleans dan anggota Screen Actors Guild, mengaku menjadi target dalam konfrontasi tersebut. Ia menyebut insiden bermula sejak Senin sore sekitar pukul 17.00 waktu setempat.
Menurut pengakuannya, LaBeouf menabraknya dan kemudian berteriak serta melontarkan ancaman. Dia mengklaim aktor tersebut menggunakan ujaran homofobik dan mengancam akan memukulnya. “Dia menyebut saya dengan kata-kata kasar dan mengancam akan menyakiti saya,” ujarnya, seraya menegaskan bahwa dirinya tidak memprovokasi seperti dikutip dari Hollywood Reporter, Kamis (19/2/2026).
Jeffrey mengatakan, situasi kembali memanas menjelang tengah malam ketika LaBeouf kembali ke bar dalam kondisi diduga mabuk. Ia menuding aktor itu berteriak menggunakan kata-kata kasar dan mencoba menyerang staf bar.
Dalam upaya mencegah kekerasan lebih lanjut, Jeffrey mengaku sempat menahan LaBeouf selama kurang dari satu menit atas permintaan bartender. Tak lama setelah dilepaskan, ia menuduh LaBeouf memukul bartender lain hingga mengalami patah hidung.
Video yang beredar menunjukkan LaBeouf terus berteriak saat ditahan di luar lokasi.
Jeffrey juga mempertanyakan pembebasan cepat sang aktor di tengah padatnya perayaan Mardi Gras, yang biasanya membuat proses hukum lebih lambat.
“Selama bertahun-tahun saya tahu, jika seseorang masuk penjara saat Mardi Gras, biasanya tidak keluar sampai setelah Ash Wednesday,” ujarnya.
Ia menilai keputusan tersebut dapat mengirimkan pesan yang buruk tentang akuntabilitas hukum, terutama saat kota sedang menghadapi lonjakan pengunjung.
Selain luka fisik dan dugaan ujaran kebencian, Jeffrey menyatakan kekhawatirannya terhadap dampak profesional. Ia dan LaBeouf sama-sama bekerja di industri hiburan.
“Saya tidak akan merasa aman jika bertemu dengannya di lokasi syuting,” katanya.
Sementara itu, LaBeouf sebelumnya pernah mengaku telah sadar dari kecanduan alkohol dan menyalahkan perilaku abusifnya di masa lalu pada masalah alkoholisme. Sebelum penangkapan, sejumlah pegawai tempat hiburan di kawasan Uptown New Orleans menyebut sang aktor sempat melakukan bar crawl sepanjang akhir pekan Mardi Gras.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi terbaru dari pihak LaBeouf terkait tuduhan dugaan ujaran kebencian tersebut. (*)