2030 Mendatang, OpenAI Diproyeksikan Raih Pendapatan Lebih dari 280 Miliar Dolar AS
Chahaya Simanjuntak• Sabtu, 21 Februari 2026 | 15:00 WIB
OpenAI luncurkan pendeteksi usia di ChatGPT.
Batampos - Perusahaan kecerdasan buatanOpenAImemperkirakan pendapatannya akanmenembus lebih dari 280 miliar dolar AS (sekitar Rp4 Kuadriliun) di 2030 mendatang. Laporan ini berdasarkan sebuah sumber yang mengetahui rencana internal perusahaan tersebut seperti dikutip dari Bloomberg, Sabtu (21/2/2026) pagi ini.
Proyeksi ini mencerminkan pertumbuhandrastis dari momentum bisnis OpenAIdalam beberapa tahun terakhir.
OpenAI sebelumnya telah mencapai tonggak penting dalam kinerjanya pada2025, denganpendapatan tahunan yang ditingkatkan di atas $20 miliar, menurut pernyataan internal yang dikonfirmasi oleh Chief Financial Officer perusahaan. Angka itu menunjukkan kenaikan signifikan dari sekitar$6 miliar pada 2024.
Pertumbuhan tajam ini terutama didorong olehpenjualan langganan perangkat lunak AI kepada konsumen dan bisnis, termasuk produk andalan mereka sepertiChatGPT. Selain itu, OpenAI kini tengahmengeksplorasi pendapatan iklandengan mengujicobakan format iklan kepada sebagian pengguna tertentu.
Di samping proyeksi pendapatan yang ambisius, OpenAI jugamerencanakan pengeluaran besaruntuk infrastruktur teknologi. Perusahaan mengatakan akan berkomitmensekitar $600 miliaruntuk membangun dan mengoperasikan sistem komputasi yang diperlukan guna mendukung pengembangan produk AI hingga 2030.
Pengeluaran besar ini mencerminkan kebutuhan sumber daya komputasi yang sangat tinggi untuk melatih dan menjalankan model AI, serta memperkuat posisi OpenAI di pasar yang semakin kompetitif.
OpenAI dilaporkan juga sedangmendekati tahap awal putaran pendanaan baruyang diperkirakanmengumpulkan lebih dari $100 miliar, yang berpotensimendorong valuasi perusahaan di atas $850 miliar. Hal ini akan menempatkan perusahaan digital dan kecerdasan buatan ini di antara perusahaan teknologi bernilai tertinggi di dunia, jika pencapaian tersebut terealisasi.
Namun, meski proyeksi pendapatan menunjukkan potensi pertumbuhan yang luar biasa, OpenAI tetap menghadapi tantangan signifikan. Biaya operasional yang tinggi, persaingan ketat dari perusahaan teknologi besar lain seperti Google, Meta, dan Amazon, serta kebutuhan terus-menerus akan sumber daya komputasi merupakan sejumlah faktor yang harus dikelola perusahaan dalam periode ekspansi ini sembari menghadapi penetrasi pasar dan layanan baru yang lebih luas di masa depan. (*)