batampos - Perusahaan asal Tiongkok, CATL, mencatat lonjakan laba yang kuat seiring meningkatnya permintaan global terhadap baterai kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi.
Angka tersebut lebih tinggi dari perkiraan pasar serta menunjukkan percepatan pertumbuhan keuntungan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.
"Laba bersih kuartal keempat 2025 sebesar 23,17 miliar yuan. Naik 57,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," tulis laporan keuangan CATL, dikutip dari ETAuto, Selasa (10/3).
Angka tersebut melampaui perkiraan analis dan menjadi laju pertumbuhan tercepat perusahaan dalam sekitar dua setengah tahun terakhir.
Pendapatan perusahaan menunjukkan pertumbuhan kuat. Pada kuartal yang sama pendapatan CATL naik sekitar 37% menjadi 140,63 miliar yuan.
Ini mencerminkan meningkatnya penjualan baterai lithium ion yang digunakan pada kendaraan listrik serta sistem penyimpanan energi.
Sepanjang 2025, CATL mencatat laba bersih sekitar 72,2 miliar yuan. Naik sekitar 42% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kinerja didorong oleh peningkatan pengiriman baterai lithium ion yang mencapai 661 gigawatt hour (GWh) atau naik sekitar 39% secara tahunan.
CATL kini menjadi produsen baterai kendaraan listrik terbesar di dunia dengan pangsa pasar global sekitar 38% pada 2025.
Perusahaan memasok baterai bagi berbagai produsen otomotif besar seperti Tesla, BMW, dan Volkswagen.
CATL tetap menghadapi sejumlah tantangan, termasuk persaingan yang semakin ketat di industri baterai kendaraan listrik dan tekanan biaya bahan baku seperti lithium.
Perusahaan juga berada di bawah pengawasan regulator Amerika Serikat terkait kerja sama teknologi dengan Ford Motor.
Hasil keuangan CATL melampaui ekspektasi menunjukkan bahwa permintaan global terhadap baterai kendaraan listrik masih terus meningkat.
Ekspansi ke berbagai pasar internasional serta pengembangan teknologi baterai baru diperkiraan membuat CATL menjadi pemain utama dalam industri kendaraan listrik global.(*)
Editor : Juliana Belence