Batampos - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 dipadati aksi ribuan pekerja di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026). Saat aksi itu, mereka mendapatkan paket sembako gratis dari Istana Kepresidenan RI.
Melansir dari kantor berita Indonesia, Antara, sekitar pukul 11.54 WIB, puluhan truk boks berbaris memanjang ke arah Monas dari Pintu Patung Kuda. Di sisi barisan truk itu dipasangi pagar sehingga penerima sembako hanya masuk dari gerbang yang telah disiapkan.
Massa pun mengantri dari gerbang agar mendapat jatah pembagian sembako itu. Di depan gerbang, para buruh mendaftarkan diri dengan mencelupkan jari ke dalam cairan tinta.
Baca Juga: Dreame Gegerkan Dunia Otomotif, Hypercar Listrik Ini Ternyata Pakai Roket Pendorong
Tinta pada jari itu menjadi penanda buruh yang bersangkutan telah mendapatkan paket sembako dan tidak dapat mengantri untuk kedua kali.
Setiap truk memiliki penanggung jawab masing-masing yang bertugas membagikan paket sembako. Personel polisi dan tentara juga terlihat mengawal pembagian sembako tersebut.
Umumnya, setiap truk berisi 1.000 paket sembako. Namun, truk boks besar dapat berisi hingga 1.400 paket sembako.
Bingkisan paket tersebut berwarna putih dan biru dengan tulisan "Istana Kepresidenan Republik Indonesia".
Setiap paket berisi beras, minyak goreng, kopi, mentega, teh, gula dan jenis sembako lainnya.
Keributan sempat terjadi saat proses pembagian sembako itu berlangsung, mengingat banyaknya buruh yang mengantri. Sebagian dari mereka saling berebut antrian, sementara sebagiannya lagi berebutan untuk keluar dari kawasan Monas melalui Pintu Patung Kuda.
Baca Juga: Ragam Rasa Nyonya Hadir di Batam, Sajikan Kuliner Peranakan Autentik Berkonsep All You Can Eat
Hingga pukul 12.00 WIB, pembagian sembako masih berlangsung dengan antrian yang tak kunjung surut.
Seorang buruh pabrik asal Tangerang, Dani ikut mengantri dan mendapatkan paket sembako.
"Tadi ke sini sama rombongan. Dapat (sembako), sih, tadi," kata Dani sambil menunjukkan paket sembakonya.
Dani yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) itu mengaku cukup kewalahan saat mengantri lantaran banyaknya buruh yang juga ingin mendapatkan jatah sembako.
"Padat banget tadi, tapi udah dapat. Kurang tau tadi rombongan yang lain," ujar Dani. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak