batampos – Telkomsel menanam 3.000 pohon mangrove di kawasan pesisir Nagari Sungai Pinang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, Sabtu (4/7). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Telkomsel Jaga Bumi Movement yang berfokus pada pelestarian lingkungan pesisir dan pengurangan emisi karbon.
Aksi penanaman dilakukan bersama puluhan relawan yang berasal dari karyawan Telkomsel, masyarakat setempat, pemerintah nagari, KKI WARSI, serta Lembaga Pengelola Hutan Nagari (LPHN). Sebelum penanaman, para relawan juga membersihkan kawasan pantai dari sampah plastik yang berpotensi mencemari ekosistem laut.
Selain aksi konservasi, Telkomsel menggelar lokakarya pengelolaan sampah plastik menggunakan teknologi pirolisis yang mampu mengubah limbah plastik menjadi bahan bakar diesel. Peserta juga mendapat edukasi mengenai fungsi hutan mangrove sebagai pelindung pantai dari abrasi sekaligus penyerap karbon alami.
Baca Juga: Ekspor Batam Turun 3,06 Persen, Impor Melonjak 14,21 Persen pada Januari-Mei 2026
Manager CSR Environment and Ecosystem Telkomsel, Rifki Sya'bani, mengatakan program tersebut dirancang untuk memperluas keterlibatan masyarakat dalam aksi pelestarian lingkungan.
"Kami menyadari kepedulian masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap isu lingkungan terus meningkat. Melalui Telkomsel Jaga Bumi, kami ingin menghadirkan wadah kolaborasi yang memungkinkan seluruh elemen masyarakat terlibat dalam aksi nyata. Kami percaya upaya pelestarian ini akan memberikan dampak yang lebih besar apabila dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan," ujarnya.
Menurutnya, Nagari Sungai Pinang dipilih karena memiliki ekosistem pesisir yang penting bagi kehidupan masyarakat nelayan. Kehadiran ribuan mangrove baru diharapkan dapat menjaga habitat biota laut sekaligus memperkuat perlindungan garis pantai dari ancaman abrasi.
Kegiatan di Pesisir Selatan merupakan bagian dari rangkaian Telkomsel Jaga Bumi Lestari yang digelar di empat daerah sepanjang 2026. Sebelumnya program telah dilaksanakan di Ciampea, Bogor, dan Palu, sebelum ditutup di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Selain penanaman mangrove, Telkomsel juga mengajak pelanggan berpartisipasi melalui program Carbon Offset bekerja sama dengan Jejak.in. Pelanggan dapat menukarkan Telkomsel Poin melalui aplikasi MyTelkomsel atau SMS untuk mendukung penanaman pohon.
Baca Juga: Singapura Garap Pusat Wisata Kebugaran Raksasa, Luasnya Setara 9 Lapangan Sepak Bola
Sejak diluncurkan pada 2022, program tersebut telah diikuti lebih dari 121 ribu pelanggan. Puluhan ribu pohon telah ditanam di 13 kabupaten dan kota dengan total area konservasi mencapai 37 hektare serta mampu menyerap emisi karbon lebih dari 83 ton setara karbon dioksida (tCO2e).
Komitmen terhadap keberlanjutan juga diwujudkan melalui pengelolaan limbah. Telkomsel bekerja sama dengan PlusTik dan Liberty Society mendaur ulang kemasan kartu SIM dan kartu perdana bekas menjadi berbagai produk, seperti paving block, tempat sampah, kotak serbaguna, dan dudukan telepon seluler. Perusahaan juga menjalankan berbagai program internal, di antaranya Green Challenge, SmartMobility Initiative, Energy Saving Movement, dan Carbon Calculator Activation untuk mendorong budaya kerja yang lebih ramah lingkungan. (*)
Editor : M Tahang