batampos- Dua orang warga Desa Munjan, Anambas dikabarkan terkatung-katung dilaut saat hendak pulang dari Pulau Selaut, Natuna.
Kabar hilangnya dua warga ini terungkap setelah Adnan, paman dari salah satu korban Asrikandi melapor ke Basarnas Natuna.
Adnan saat dikonfirmasi menjelaskan ponakannya berlayar menuju Desa Munjan bersama rekannya pada Jum'at, (11/4) pukul 19.00 WIB dengan menggunakan kapal kayu dengan berukuran 7 Gross Tone (GT).
"Ponakan saya ke Selaut itu ada sesuatu hal urusan keluarga disana. Setelah urusan selesai, dia pulang bersama rekannya sesama warga Munjan juga," kata Adnan kepada Batam Pos, Minggu, (13/4).
Biasanya, kata dia, perjalanan dari Selaut menuju Munjan memakan waktu 13 hingga 15 jam jika kondisi cuaca normal.
"Tapi sampai sekarang ini, sudah dua malam tidak kunjung tiba," sebutnya.
Meski terkatung-katung dilaut, korban masih bisa dihubungi oleh keluarga yang berada di Selaut.
"Alhamdulillah masih bisa komunikasi dengan abangnya yang ada di Selaut. Terakhir malam tadi jam 19.00 WIB. Tapi kami tidak tahu koordinat kapal yang dibawa ponakan kami ini," terang Adnan.
Sampai saat ini pihak keluarga belum bisa mendapatkan kabar terkait belum sampainya korban ke daerah tujuan. Namun, ia menduga tidak sampainya korban ke daerah tujuan diduga ada kerusakan mesin kapal.
"Kalau diperhitungan akal mungkin masalah mesin. Tapi, berdasarkan pengakuan abang dia disana, sejak kapal itu dipegang sama abangnya, tak ada masalah mesin. Sampai sekarang saya masih menunggu kabar baik dari ponakan," harap Adnan.
Sementara itu, Kepala Operasi (Kasi Ops) Basarnas Natuna, Budiman membenarkan adanya laporan warga hilang asal Desa Munjan, Anambas.
"Tadi laporan sudah disampaikan oleh pak Adnan, Kepala Desa Nyamuk yang kebetulan merupakan paman dari korban Asrikandi," kata Budiman.
Berdasarkan investigasi awal, Basarnas mendapati lokasi terakhir korban yang berada di titik koordinat 3° 18.620'N, 106° 47.968'E.
Saat ini, pihaknya telah menyiapkan operasi pencarian yang melibatkan unsur gabungan Polairud Polres Anambas, Pos SAR Anambas, Nelayan dan BPBD Anambas.
"Karena lokasi kejadian lebih dekat ke Anambas, kami arahkan ke Pos SAR Anambas," pungkas Budiman. (*)
Editor : Tunggul Manurung