batampos - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-59 pada 10 Mei 2026 dengan mengusung tema “Mengawal Pangan, Menjaga Masa Depan”. Momentum tersebut menjadi penanda penting atas capaian historis dalam penguatan ketahanan pangan nasional.
Dalam perayaan tersebut, Bulog mencatat rekor baru pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang mencapai 5,3 juta ton, meningkat dari 4,2 juta ton pada 2025. Capaian ini disebut sebagai bentuk nyata dukungan terhadap program swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Seiring transformasi bisnis yang terus dilakukan, Bulog juga memperkuat infrastruktur pascapanen guna memperkokoh ketahanan pangan dari Sabang hingga Merauke, termasuk wilayah strategis perbatasan seperti Kepulauan Riau (Kepri).
Baca Juga: Mulai 2027, Bahasa Inggris Jadi Pelajaran Wajib untuk Siswa SD
Tantangan Ketahanan Pangan di Wilayah Perbatasan
Kepri sebagai provinsi kepulauan yang terdiri dari 2.408 pulau, dengan 394 pulau berpenghuni, menghadapi tantangan serius dalam distribusi pangan. Kondisi geografis yang didominasi laut serta tingginya biaya logistik antarpulau membuat stabilitas pasokan bahan pokok, khususnya beras, menjadi isu krusial.
Sebagai wilayah non-produksi utama pangan, Kepri sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah. Karena itu, kehadiran Bulog menjadi krusial dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan di wilayah perbatasan Indonesia tersebut.
Perluasan Gudang di Wilayah 3T Kepri
Kepala Bulog Cabang Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, mengatakan pihaknya akan memperluas jaringan distribusi melalui pembangunan lima gudang baru di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) mulai 2026.
Di Kabupaten Natuna, akan dibangun tiga gudang di Pulau Laut, Midai, dan Serasan, masing-masing berkapasitas 1.000 ton. Saat ini Natuna telah memiliki gudang di Ranai dan Sedanau dengan kapasitas serupa.
Di Kabupaten Kepulauan Anambas, satu gudang tambahan akan dibangun di Pulau Jemaja, sementara di Kabupaten Lingga, gudang baru direncanakan di Pulau Dabok dengan target realisasi pada 2027.
Baca Juga: KPK Periksa Dua Pejabat Bea Cukai Kemenkeu Terkait Kasus Suap Impor Barang
Untuk wilayah Kota Batam serta Pulau Bintan yang mencakup Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, fasilitas gudang Bulog dinilai masih mencukupi dengan kapasitas 2.000–3.500 ton. Sementara di Kabupaten Karimun, saat ini masih menggunakan gudang sewa berkapasitas 800 ton, yang akan digantikan dengan gudang permanen 2.000 ton dari pemerintah pusat.
Pembangunan infrastruktur tersebut didanai melalui APBN, dengan dukungan pemerintah daerah berupa penyediaan lahan hibah.
Strategi Distribusi dan Ketahanan Stok
Selain pembangunan gudang, Bulog juga memperkuat sistem distribusi dengan membangun kompleks logistik terpadu yang mencakup kantor, rumah dinas, dan fasilitas operasional, sekaligus melibatkan masyarakat lokal dalam aktivitas bongkar muat.
Kebijakan ini dilakukan untuk mengatasi tantangan geografis Kepri, termasuk jarak antarpulau yang jauh serta kondisi cuaca ekstrem seperti angin utara dengan gelombang tinggi yang dapat mencapai empat meter.
Sebagai langkah antisipasi, Bulog menerapkan manajemen buffer stock dengan perencanaan stok minimal untuk kebutuhan tiga bulan ke depan. Saat ini, stok beras di gudang Tanjungpinang sebagai hub utama tercatat mencapai 2.050 ton dan cukup untuk kebutuhan hingga empat bulan ke depan.
Stabilisasi Harga dan Distribusi SPHP
Bulog juga menjalankan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di pasar rakyat hingga permukiman.
Di Kepri terdapat sekitar 200 RPK yang aktif menyalurkan beras medium kepada masyarakat dengan harga terjangkau. RPK memperoleh beras dari Bulog seharga Rp11.300 per kilogram dan menjualnya di kisaran Rp12.500–Rp12.700 per kilogram.
Selain itu, Bulog juga rutin menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) bersama pemerintah daerah di 69 titik sepanjang 2026 untuk menekan inflasi pangan di daerah.
Baca Juga: Iran Ancam Kapal AS Jadi “Kuburan” di Laut Oman, Ketegangan Timur Tengah Memanas
Dukungan Asta Cita dan Ketahanan Pangan Nasional
Dalam mendukung Asta Cita Presiden RI, Bulog memperkuat kerja sama dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk memperluas distribusi pangan hingga tingkat desa.
Bulog Tanjungpinang secara rutin memasok beras medium dan minyak goreng ke KDMP di Kabupaten Bintan sebanyak 2–4 ton per bulan.
Selain beras, Bulog juga menyerap cadangan jagung pemerintah (CJP) di Kepri sebagai bagian dari stabilisasi harga pakan ternak, dengan target nasional mencapai 1 juta ton.
Penguatan Jalur Distribusi dan Produksi Lokal
Untuk meningkatkan efisiensi distribusi, Bulog mendorong optimalisasi jalur pelayaran langsung tanpa transit di Batam guna menekan biaya logistik dan waktu pengiriman ke pulau-pulau tujuan.
Di sisi lain, Bulog juga mendukung peningkatan produksi lokal melalui pengembangan padi gogo di Bintan dengan target 75 hektare, serta komitmen menyerap hasil panen petani untuk memperkuat ketahanan pangan daerah. (*)
Editor : Putut Ariyo