Batampos - Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Natuna, Luthfiah Widhi Febiana, mengatakan, target Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Natuna diproyeksikan mencapai 28 unit termasuk SPPG pulau terpencil.
"Saat ini jumlah SPPG operasional ada 11 SPPG yang aktif melakukan distribusi," ucap, Luthfiah Widhi Febiana, Ranai, Kamis (25/6).
Selain jumlah SPPG, ia juga menyebut permasalahan utama SPPG di Natuna yakni bahan baku. Supplier bahan baku di SPPG ditentukan oleh yayasan maupun mitra.
Pengawas gizi menentukan menu yang akan di produksi, namun sering kali juga bahan baku yang dibutuhkan oleh pengawas gizi tidak tersedia dan jumlahnya terbatas di pasaran.
Baca Juga: Sensus Ekonomi, 137 Petugas Diturunkan Mendata Warga Bintan
"Yang pasti kami berharap semua penerima manfaat mendapatkan MBG ini," sebutnya.
Selain itu, untuk target penerima manfaat angka pasti pihaknya belum mengetahui jika dengan SPPG terpencil.
Ia menjelaskan menjaga kualitas makanan yang di distribusi menjadi tanggungjawab bersama, namun sebelum dilakukannya distibusi kepada penerima manfaat pengawas gizi maupun kepala SPPG juga melakukan pengawasan pada kondisi makanan yang di distribusi.
Sementara itu, terkait masalah penyelewengan dan korupsi yang ada pada program MBG ini, "Kami juga bekerjasama dengan pihak kejaksaan untuk dapat membantu mengawasi MBG yang ada di Natuna," tegasnya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak