Batampos - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Natuna terus memperkuat upaya perlindungan anak melalui berbagai program pencegahan kekerasan di kabupaten tersebut.
Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3AP2KB Natuna, Yuli Ramadhanita, mengatakan perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah sekaligus melaporkan setiap bentuk kekerasan terhadap anak.
“Harapan kami, anak-anak di Kabupaten Natuna tumbuh menjadi generasi yang kreatif, aman dari kekerasan, dan masyarakat siap menjadi pelapor sekaligus pelopor dalam perlindungan anak,” ujar Yuli di Ranai, Jumat (3/7/2026).
Baca Juga: Malu Hamil di Luar Nikah, Polisi Ungkap Dugaan Motif Pembuangan Bayi di Batam
Menurutnya, berbagai langkah promotif terus dilakukan guna menjamin anak memperoleh lingkungan yang aman dan nyaman sesuai amanat peraturan perundang-undangan tentang perlindungan anak.
Selama ini, DP3AP2KB secara rutin menggelar sosialisasi di sekolah-sekolah serta mendorong penguatan layanan melalui Puskesmas Ramah Anak sebagai bagian dari upaya pencegahan.
“Selama ini yang kami lakukan dari bidang perlindungan anak adalah sosialisasi ke sekolah-sekolah dan melalui Puskesmas Ramah Anak,” katanya.
Selain edukasi, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan pengaduan yang disediakan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Natuna apabila menemukan atau mengalami kasus kekerasan terhadap anak.
Dalam penanganan kasus, DP3AP2KB bekerja sama dengan aparat penegak hukum agar korban mendapatkan perlindungan dan pendampingan secara menyeluruh.
Baca Juga: Kampus dan Industri Berpacu di Era AI, ITEBA Gandeng NVIDIA Bangun Ekosistem Kecerdasan Buatan
“Untuk penanganan kekerasan terhadap anak, kami bekerja sama dengan kepolisian dan kejaksaan,” tegas Yuli.
DP3AP2KB juga menggandeng Forum Anak Kabupaten Natuna sebagai mitra strategis. Forum tersebut berperan menjembatani komunikasi antara anak dan pemerintah sekaligus menjadi wadah penyaluran aspirasi anak.
Yuli berharap seluruh anak di Natuna dapat menikmati kehidupan yang layak, terbebas dari kekerasan, serta didukung fasilitas yang ramah anak.
“Harapan anak-anak di Natuna adalah terciptanya kehidupan yang layak, jauh dari kekerasan, serta tersedianya fasilitas-fasilitas pendukung yang ramah anak,” pungkasnya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak