batampos - Pembalap VR46 Racing Team, Fabio Di Giannantonio, menegaskan tidak memiliki dendam pribadi dengan Pedro Acosta usai insiden overtake yang menjadi sorotan pada balapan MotoGP di Sirkuit Bugatti, Le Mans, pekan lalu.
Di Giannantonio menjelaskan, reaksinya menoleh ke belakang setelah menyalip Acosta di tikungan terakhir bukanlah bentuk provokasi.
Aksi overtake tersebut memastikan Diggia—sapaan Di Giannantonio—mengamankan posisi finis keempat pada balapan tersebut.
Usai balapan, Acosta sempat mempermasalahkan gestur tersebut. Pembalap KTM itu menyebut belum pernah ada pembalap yang menyalipnya sambil menoleh ke belakang.
“Saat berada di lintasan, saya selalu mencoba memberikan segalanya dan menyalip pembalap di depan saya. Saya hanya ingin memastikan dia tidak menyalip balik, tidak lebih,” ujar Diggia seperti dikutip dari GPOne menjelang balapan MotoGP Catalunya akhir pekan ini.
Di Giannantonio juga membantah anggapan bahwa duel tersebut merupakan kelanjutan dari rumor transfer dan ketegangan antara dirinya dengan Acosta di Assen musim lalu.
Saat itu, Acosta yang masih berstatus pembalap Red Bull KTM Factory Racing sempat berpose di depan backdrop VR46 di paddock sambil bercanda meminta seseorang mengambil fotonya. Aksi tersebut kala itu sempat direspons ketus oleh Diggia.
Namun, pembalap asal Italia tersebut menegaskan tidak ada masalah pribadi di antara mereka.
“Ini bukan episode kedua setelah Assen. Saya akan melakukan overtake itu kepada siapa saja, kepada Acosta, Franco Morbidelli, Enea Bastianini, atau Luca Marini. Semua pembalap. Ini hanya hal-hal yang dibuat jurnalis untuk memancing rivalitas,” tegasnya.
Selain Acosta, Diggia juga menyebut nama Franco Morbidelli, Enea Bastianini, dan Luca Marini sebagai contoh bahwa manuver tersebut merupakan bagian normal dari persaingan di lintasan. (*)
Editor : Jamil Qasim