batampos – Laga Portugal kontra Spanyol pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 dipastikan menjadi salah satu pertandingan paling dinantikan. Duel yang digelar di AT&T Stadium, Arlington, Texas, Amerika Serikat, Selasa (7/7) WIB itu bukan hanya memperebutkan tiket ke perempat final, tetapi juga mempertaruhkan gengsi dua rival abadi di Semenanjung Iberia.
Pertemuan kedua negara dikenal sebagai Iberian Derby, sebutan yang lahir dari kedekatan geografis sekaligus sejarah panjang hubungan Portugal dan Spanyol yang diwarnai persaingan politik, budaya, hingga kolonialisme selama berabad-abad.
Kini, rivalitas tersebut berlanjut di lapangan hijau dengan kedua tim datang membawa modal positif.
Portugal melaju ke fase gugur setelah tidak terkalahkan di Grup K dan kemudian menyingkirkan Kroasia dengan kemenangan 2-1 pada babak 32 besar.
Di sisi lain, Spanyol juga tampil impresif. La Roja menyapu bersih fase grup tanpa kekalahan sebelum mengalahkan Austria 3-0 untuk memastikan tempat di babak 16 besar.
Secara statistik, Spanyol masih lebih unggul dalam rekor pertemuan. Dari 41 laga di berbagai ajang, La Roja mengoleksi 17 kemenangan, Portugal meraih enam kemenangan, sedangkan 18 pertandingan lainnya berakhir imbang.
Meski demikian, Portugal memiliki kepercayaan diri lebih setelah memenangkan pertemuan terakhir pada final UEFA Nations League 2025. Saat itu kedua tim bermain imbang 2-2 sebelum Portugal menang 5-3 melalui adu penalti.
Rivalitas kedua negara telah berlangsung sejak Portugal memproklamasikan kemerdekaannya pada abad ke-12. Persaingan semakin memanas ketika Portugal berada di bawah kekuasaan Spanyol pada periode Uni Iberia (1580–1640), sebelum akhirnya kembali meraih kemerdekaan melalui Perang Restorasi.
Persaingan juga meluas pada Era Penjelajahan Dunia setelah Perjanjian Tordesillas tahun 1494 membagi wilayah pengaruh kolonial antara Portugal dan Spanyol. Sejak saat itu, kedua negara berlomba menjadi kekuatan maritim terbesar dunia.
Meski kini hubungan diplomatik keduanya berlangsung baik, gengsi Iberian Derby tetap terasa setiap kali Portugal dan Spanyol bertemu di lapangan.
Di kubu Portugal, Cristiano Ronaldo masih menjadi andalan di lini depan dengan dukungan Bruno Fernandes dan Bernardo Silva. Ronaldo telah mencetak tiga gol sepanjang turnamen, termasuk rekor sebagai pemain pertama yang mencetak gol pada enam edisi Piala Dunia serta menjadi pencetak gol tertua di fase gugur.
Pelatih Portugal Roberto Martínez meyakini pertandingan akan berlangsung menarik.
"Kami menghormati kualitas Spanyol. Ini akan menjadi pertandingan yang fantastis. Kami saling mengenal dengan sangat baik dan saya yakin laga ini akan berlangsung luar biasa," ujarnya.
Sementara itu, pelatih Spanyol Luis de la Fuente juga memberikan respek kepada lawannya.
"Portugal adalah tim hebat dengan pemain-pemain berkualitas dan berpengalaman. Kami siap menghadapi pertandingan yang sulit, tetapi kami percaya pada gaya bermain dan kualitas tim kami," katanya.
Spanyol memang kehilangan Yéremy Pino dan Nico Williams akibat cedera. Namun, La Roja masih memiliki Lamine Yamal yang tengah tampil gemilang, serta Mikel Oyarzabal yang telah mengemas empat gol dan satu assist sepanjang turnamen.
Dengan sejarah panjang, kualitas pemain kelas dunia, dan tiket perempat final sebagai taruhannya, Derbi Iberia diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling sengit di babak 16 besar Piala Dunia 2026. (*)
Editor : Jamil Qasim