Batampos - Perum Bulog Cabang Batam mulai menyalurkan minyak goreng bersubsidi merek Minyakita ke Kabupaten Karimun sejak Juli 2026. Sebanyak 9.600 liter atau setara 800 karton disiapkan guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjaga stabilitas pasokan minyak goreng di pasaran.
Pimpinan Perum Bulog Cabang Batam, Ashariyanti, mengatakan Minyakita telah didistribusikan langsung ke pengecer yang tergabung dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) berdasarkan data dari Dinas Perdagangan.
Tiga lokasi penjualan tersebut yakni Toko Lim Titi, Toko TPID, dan Toko Oriental, yang menjual Minyakita sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter. Sementara stok lainnya disimpan di Gudang Bulog Tanjungbalai Karimun.
Baca Juga: Piala Dunia 2030 Berpotensi Diikuti 64 Tim, FIFA Masih Kaji Usulan Baru
“Dengan kondisi stok Minyakita yang terbatas, setiap orang hanya diperbolehkan membeli maksimal 2 liter agar manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak masyarakat,” ujar Ashariyanti.
Menurutnya, meski Permendag memperbolehkan pembelian hingga 12 liter per orang, Bulog memilih membatasi penjualan demi pemerataan distribusi.
Untuk menjaga ketersediaan stok, Bulog juga telah menyiapkan pasokan rutin setiap pekan sebanyak 140 karton atau sekitar 1.680 liter ke Karimun. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi kelangkaan minyak goreng bersubsidi di pasaran sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Baca Juga: Prasetyo Hadi: Surat Usulan Pengganti Jampidsus Sudah Masuk ke Presiden
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Karimun, Suhaimi Simbolon, membenarkan Minyakita kini telah tersedia di tiga titik penjualan, yakni satu pedagang di Pasar Puan Maimun, Swalayan Oriental, dan Toko TPID yang dikelola BUMD Kabupaten Karimun.
“Kami berharap pasokan Minyakita berjalan lancar karena sangat membantu masyarakat mendapatkan minyak goreng sesuai HET,” ujar Suhaimi.
Ia juga meminta distribusi rutin dari Bulog dapat menjaga stabilitas pasokan sekaligus menekan gejolak harga minyak goreng di pasaran. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak