Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Libur Lebaran, Pulau Penyengat jadi Tujuan Wisatawan

Mohamad Ismail • Jumat, 4 April 2025 | 13:00 WIB
Wisatawan beramai-ramai mengunjungi Balai Adat di Pulau Penyengat untuk menikmati libur lebaran Idulfitri 2025, Kamis (3/4).
Wisatawan beramai-ramai mengunjungi Balai Adat di Pulau Penyengat untuk menikmati libur lebaran Idulfitri 2025, Kamis (3/4).

batampos- Objek wisata religi Pulau Penyengat, di Kota Tanjungpinang, Kepri dipadati oleh wisatawan saat libur lebaran Idul Fitri 2025. Para pengunjung silih berganti, untuk menghabiskan waktu di tempat bersejarah tersebut.

Para wisatawan yang hendak ke Pulau Penyengat, terlebih dahulu harus mengantre di Dermaga Pelantar Kuning untuk menaiki kapal pompong, yang merupakan transportasi satu-satunya menuju tempat itu.

Menurut wisatawan asal Kota Batam, Rahmat menyatakan bahwa ia sengaja datang ke Pulau Penyengat untuk bernostalgia. Sebab, ia mengaku sudah sekian lama tidak menikmati keindahan Pulau yang kaya akan sejarahnya itu.

"Kita selalu menyempatkan waktu ke sini (Pulau Penyengat). Selain untuk wisata, kami juga ingin mengenalkan anak-anak pada sejarah dan budaya Melayu yang kaya. Masjid di sini juga selalu membuat hati terasa tenang," kata Rahmat, Kamis (3/4).

Lokasi yang menjadi pusat perhatian wisatawan di Pulau Penyengat, ialah Masjid Raya Sultan Riau Penyengat dan Balai Adat. Para wisatawan terlihat langsung melaksanakan salat dan bersantai di pondok-pondok, yang ada di halaman Masjid.

Kemudian Balai Adat, wisatawan dapat mengenakan pakaian adat Melayu serta mengenal lebih jauh tentang kebudayaan di ibu kota Provinsi Kepri tersebut.

Pulau Penyengat, hingga saat ini selalu menjadi destinasi favorit saat lebaran. Bahkan, mengunjungi Pulau Penyengat saat lebaran sudah dijadikan tradisi oleh sebagian orang.

"Sudah menjadi tradisi bagi keluarga kami untuk berziarah ke makam-makam dan beribadah di Masjid Sultan Riau. Suasana di sini selalu membuat kami merasa damai dan penuh makna," pungkas Fitri, warga Tanjungpinang. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#pulau penyengat