Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Pulau Penyengat Disiapkan Jadi Kawasan Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya

Yusnadi BP • Sabtu, 9 Mei 2026 | 13:30 WIB
Pulau Penyengat Tanjungpinang berpotensi menjadi kawasan ekonomi berbasis sejarah dan budaya Melayu. F. Yusnadi Nazar/Batam Pos
Pulau Penyengat Tanjungpinang berpotensi menjadi kawasan ekonomi berbasis sejarah dan budaya Melayu. F. Yusnadi Nazar/Batam Pos

batampos – Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menilai Pulau Penyengat memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan ekonomi berbasis budaya dan sejarah Melayu.

Pengembangan tersebut dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Direktur Perencanaan Peningkatan Produktivitas dan Pembangunan Tematik Bappenas, Uke Mohammad Hussein, mengatakan pengembangan Pulau Penyengat sejalan dengan fokus pembangunan tematik nasional, yakni ekonomi hijau, ekonomi biru, dan ekonomi oranye berbasis budaya serta ekonomi kreatif.

Baca Juga: Kehabisan BBM di Laut, Penyebab Dua Nelayan Batam Hanyut hingga Masuk Perairan Malaysia

Menurutnya, kekuatan utama Pulau Penyengat tidak hanya terletak pada situs sejarah, tetapi juga pada nilai budaya Melayu yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata.

“Wisata budaya tidak cukup hanya menampilkan situs sejarah. Harus ada storytelling dan pewarisan nilai budaya kepada generasi penerus,” ujarnya saat berkunjung ke Pulau Penyengat, Kamis (7/5).

Uke menilai konsep wisata berbasis narasi budaya dapat memberi pengalaman lebih mendalam bagi wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Ia mendorong setiap situs sejarah di Pulau Penyengat dilengkapi informasi sejarah dan paket wisata terstruktur agar wisatawan memperoleh pengalaman yang lebih utuh.

“Kalau wisatawan datang ke situs budaya, storytelling-nya harus siap. Masih ada beberapa lokasi yang belum memiliki narasi sejarah yang kuat,” katanya.

Selain wisata sejarah, Bappenas juga melihat potensi kuliner khas Pulau Penyengat untuk dikembangkan sebagai identitas daerah dan produk ekonomi kreatif.

“Kuliner khas juga bisa dipromosikan agar menjadi ciri khas Penyengat,” tambahnya.

Baca Juga: Mobil Toyota Fortuner Dikemudikan WNA Tiongkok Keluar Jalur di Tanjungpinang, Tabrak Pemotor hingga Tewas

Uke berharap pengembangan kawasan budaya tersebut dapat dilakukan melalui sinergi pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kepri, dan Pemerintah Kota Tanjungpinang.

“Tujuan akhirnya tentu meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tanjungpinang, Muhammad Nazri, menyambut positif perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan Pulau Penyengat.

Menurutnya, Pulau Penyengat memiliki potensi besar menjadi pusat ekonomi kreatif berbasis budaya Melayu di Kepulauan Riau. (*)

Editor : M Tahang
#Bappenas #kawasan ekonomi berbasis budaya #wisata sejarah #pulau penyengat #budaya melayu