batampos – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menargetkan Provinsi Kepri memperoleh sebanyak mungkin program Kampung Nelayan Merah Putih dari pemerintah pusat. Hingga saat ini, sebanyak 70 kampung nelayan di Kepri telah terverifikasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Ansar mengatakan, dirinya telah melakukan pertemuan dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, guna membahas percepatan pembangunan kampung nelayan di wilayah Kepulauan Riau.
Menurut Ansar, Menteri KKP meminta Pemerintah Provinsi Kepri mengusulkan hingga 100 lokasi kampung nelayan.
“Karena kita adalah daerah kepulauan. Jadi, kami langsung menggelar rapat bersama para bupati dan wali kota untuk membahas hal ini,” ujar Ansar, Senin (11/5).
Ia menjelaskan, dari target tersebut, saat ini baru 70 lokasi yang telah diusulkan dan dinyatakan lolos verifikasi oleh KKP. Sementara sisanya masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait ketersediaan lahan.
Pemerintah Provinsi Kepri, lanjut Ansar, akan segera berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota agar persoalan lahan dapat segera diselesaikan.
“Karena ada 5.000 kampung nelayan yang akan dibangun secara nasional, maka kita harus mendapatkan sebanyak mungkin untuk Kepri,” katanya.
Ansar menyebutkan, setiap Kampung Nelayan Merah Putih berpotensi memperoleh anggaran pembangunan sekitar Rp22 miliar. Karena itu, Pemprov Kepri terus membangun komunikasi intensif dengan KKP agar program tersebut dapat direalisasikan secara maksimal di daerah.
Saat ini, program Kampung Nelayan Merah Putih yang telah dibangun di Kepri tercatat sebanyak tiga lokasi, yakni dua di Batam dan satu di Natuna.
“KKP juga sudah turun langsung ke Kepri. Mudah-mudahan proses pembangunannya bisa dipercepat,” tegasnya.
Selain fokus pada pembangunan kampung nelayan, Ansar juga mendorong realisasi program Koperasi Merah Putih di Kepri. Menurutnya, koperasi tersebut nantinya dapat menjadi rantai pasok bahan pokok untuk mendukung program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Selain itu, koperasi ini juga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dengan harga yang stabil,” pungkasnya. (+)
Editor : Putut Ariyo