Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Perangi Penyalahgunaan Obat Tertentu di Kalangan Remaja

Antara • Selasa, 26 Mei 2026 | 12:21 WIB
Kepala BPOM RI Profesor Taruna Ikrar (tengah) bersama Wamendukbangga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka dan Gubernur Kepri Ansar Ahmad memberikan keterangan media usai membuka aksi nasional pencegahan penyalahgunaan OOT di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Kepri, Senin (25/5/2026) malam. ANTARA/Ogen
Kepala BPOM RI Profesor Taruna Ikrar (tengah) bersama Wamendukbangga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka dan Gubernur Kepri Ansar Ahmad memberikan keterangan media usai membuka aksi nasional pencegahan penyalahgunaan OOT di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Kepri, Senin (25/5/2026) malam. ANTARA/Ogen

batampos - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) menggelar aksi nasional pencegahan penyalahgunaan obat-obatan tertentu (OOT) yang dipusatkan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas meningkatnya penyalahgunaan OOT di berbagai daerah di Indonesia, terutama di lokasi hiburan malam.

“Obat-obatan ini berbeda dengan narkotika. Secara hukum, obat tersebut bukan termasuk narkotika, tetapi efek yang ditimbulkan bisa menyerupai narkotika,” ujar Taruna Ikrar usai membuka aksi nasional pencegahan penyalahgunaan OOT di Aula Wan Seri Beni, Pulau Dompak, Kota Tanjungpinang, Senin (26/5).

Ia menjelaskan, BPOM saat ini mengawasi ketat 12 jenis obat tertentu yang rawan disalahgunakan. Beberapa di antaranya ialah Tramadol, Triheksifenidil, Amitriptilin, hingga Nitrous Oxide atau yang dikenal sebagai gas tertawa.

Menurut Taruna, sepanjang 2025 BPOM telah melakukan penindakan terhadap sekitar enam miliar kapsul ilegal dan berbahaya yang ditemukan di sejumlah wilayah, mulai dari Batam, Banten, Bandung hingga Semarang.

“Bayangkan jika obat-obatan ini sampai dikonsumsi anak-anak dan remaja kita. Berdasarkan data WHO, satu dari tujuh anak usia 14 hingga 19 tahun diketahui pernah menggunakan obat-obatan tertentu,” katanya.

BPOM bersama Kemendukbangga/BKKBN dan pemerintah daerah di Kepri pun berkomitmen memperkuat langkah pencegahan melalui edukasi dan pengawasan terpadu.

Taruna menyebut Kepri dipilih sebagai lokasi pelaksanaan aksi nasional karena wilayah tersebut dinilai rawan menjadi jalur masuk dan peredaran OOT melalui akses laut.

“Mudah-mudahan melalui gerakan ini kita dapat menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman penyalahgunaan obat-obatan tertentu,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan nasional tersebut.

Ia menegaskan Kemendukbangga siap memperkuat kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah guna meningkatkan upaya pencegahan penyalahgunaan OOT, terutama di lingkungan keluarga.

“Tentu pencegahan harus dilakukan secara rutin, dimulai dari unit terkecil yaitu keluarga,” ujar Isyana.

Ia menambahkan, Kemendukbangga memiliki sejumlah program pembinaan remaja yang dapat dioptimalkan untuk kampanye anti penyalahgunaan obat, seperti program bina remaja, pusat informasi dan konseling remaja, hingga forum Duta Genre yang melibatkan sekitar 440 ribu remaja di Indonesia.

“Remaja biasanya lebih nyaman berbagi cerita dengan teman seusianya. Karena itu, forum-forum remaja ini diharapkan efektif dalam membantu mencegah penyalahgunaan OOT,” katanya.

Baca Juga: Heboh Tombol Copilot di Excel, Microsoft Akhirnya Beri Kontrol Penuh ke Pengguna

Senada, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menilai upaya melawan penyalahgunaan OOT membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk media massa.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kepri akan memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota serta berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan sosialisasi bahaya OOT di lingkungan pendidikan.

“Ke depan, program Kesbangpol Masuk Sekolah akan melibatkan BPOM Batam dan pihak terkait lainnya untuk memberikan edukasi kepada siswa mengenai bahaya penyalahgunaan obat-obatan tertentu,” ujar Ansar. 

Editor : Putut Ariyo
#Obat-obatan Tertentu #Kemendukbangga #Penyalahgunaan Obat #bpom #kepri