Batampos - Sebanyak tujuh unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau tutup untuk sementara, karena dipicu permasalahan modal. Angka tersebut terus bertambah seiring waktu.
Tercatat terdapat kurang lebih 15 ribu penerima makan bergizi gratis (MBG) yang terdampak. Mereka tidak lagi menerima program tersebut untuk sementara waktu.
Para penerima tersebut merupakan siswa sekolah, hingga ibu menyusui. "Sebelumnya ada 12 ribuan, tapi karena ada penambahan 2 SPPG, bertambah 3 ribuan lagi," kata Koordinator SPPG Tanjungpinang, Retno Dwi, Kamis (11/6/2026).
Baca Juga: Hari Kedua Kenaikan BBM, Penjualan Pertamax 92 di SPBU Jalan Permaisuri Bintan Masih Normal
Ia menjelaskan, SPPG yang menutup operasional sementara waktu antara lain SPPG 2 di Tanjungpinang Barat, SPPG 3 Batu IX, SPPG Tanjung Ayun Sakti, SPPG 4 Batu IX dan SPPG di Kelurahan Kampung Bulang, hingga SPPG Polresta Tanjungpinang.
Retno mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan dapur-dapur MBG tersebut akan beroperasi kembali. Terlebih, pihak pengelola masih menunggu pencairan modal dari Badan Gizi Nasional.
Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Pangan Gizi (KPPG) Wilayah Riau, Sumbar, dan Kepri Syarti Widya menyampaikan ia tidak bisa memastikan terkait apakah SPPG yang menutup operasional terafiliasi dalam kasus yang menjerat Eks Kepala BGN, Dadan Hindayana atau tidak.
Baca Juga: Tagihan Air Rp711 Ribu Dilunasi PDAM, Lansia Penjual Lontong Pecel di Bintan Akhirnya Lega
"Saya tidak bisa memastikan hal tersebut," singkatnya.
Orang tua murid sekolah swasta di Jalan Skenario Tanjungpinang, Sari mengakui sempat mendapatkan informasi dari pihak sekolah, terkait berhentinya penyaluran MBG.
Orangtua juga diminta untuk memberi bekal kepada siswa, agar dapat dikonsumsi di sekolah. "Ya mau gimana lagi, kalau memang tidak beroperasi lagi, mau gimana lagi," tutupnya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak