Batampos - Menjelang Tahun Baru Imlek 2026, ikan dingkis menjadi komoditas yang sangat dicari, terutama oleh warga Tionghoa.
Di Pasar Baru Tanjunguban, Bintan, ikan dingkis sudah habis terjual di beberapa lapak penjual ikan. "Barusan habis," kata Cece, pedagang ikan saat ditemui kemarin.
Penjual ikan lainnya, Wandi juga mengaku bahwa ikan dingkisnya sudah terjual. "Pembeli mencari ikan dingkis yang ada telornya," katanya.
Wandi menyebutkan, harga ikan dingkis melonjak dari sebelumnya Rp 40 hingga 50 ribu sekilo menjadi sekitar Rp 100 ribu sekilo.
Dia juga mengatakan, sebagian nelayan menjual ikan dingkis ke penampung ikan untuk dijual kembali ke Singapura dengan harga yang lebih tinggi, yaitu sekitar Rp 250 ribu sekilo untuk ukuran besar dan Rp 180 hingga 200 ribu sekilo untuk ukuran sedang.
Tahun lalu, ikan dingkis yang dijual ke Singapura bisa mencapai sekitar Rp 1,5 juta sekilo.
Wandi juga mengatakan bahwa pasokan ikan dingkis dan beberapa jenis ikan lainnya menurun akibat angin kencang yang membuat nelayan tidak melaut.
Akibatnya, harga beberapa jenis ikan lainnya juga naik, seperti ikan Sagai yang dihargai sekitar Rp 65 ribu sekilo dan ikan Selar yang dihargai sekitar Rp 50 ribu sekilo.
Pedagang lain, Udin mengatakan bahwa ikan dingkis petelor dijual seharga Rp 100 ribu sekilo.
"Kalau langka, harganya bisa Rp 200 hingga 300 ribu sekilo," katanya.
Ia juga mengatakan bahwa harga beberapa jenis ikan naik karena suplai dari nelayan berkurang sejak Januari 2026 lalu akibat cuaca buruk.
Ikan selar yang biasanya dijual Rp 35 ribu sekilo, sekarang dijual Rp 50 ribu sekilo. Ikan tongkol juga naik dari Rp 30 ribu menjadi Rp 35 ribu sekilo.
Ia juga mengatakan bahwa nelayan saat ini banyak mencari ikan tenggiri karena dihargai tinggi di Singapura, yaitu Rp 180 ribu sekilo.
"Lokal ada juga, tapi tidak bisa jual karena harganya tinggi," katanya.
Salah seorang nelayan, Bahir mengatakan bahwa dirinya sudah menyimpan ikan dingkis di kelongnya untuk dijual ke beberapa warga Tionghoa yang sudah memesan.
"Ada lima ekor, tapi sudah ada yang pesan," katanya.
Menurut Bahir, pemesan ikan dingkis biasanya mencari ikan dingkis yang petelor.
"Mereka cari yang ada telornya, katanya buat sembahyang," katanya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak