Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Kebakaran Lahan Meluas, Damkar Tanjunguban Krisis Air untuk Pemadaman

Slamet Nofasusanto • Rabu, 25 Maret 2026 | 20:00 WIB

Petugas Damkar berusaha memadamkan api di Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, Senin (23/3/2026) malam. F. Damkar Tanjunguban untuk Batam Pos
Petugas Damkar berusaha memadamkan api di Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, Senin (23/3/2026) malam. F. Damkar Tanjunguban untuk Batam Pos

batampos – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Bintan semakin meluas di tengah musim kemarau berkepanjangan. Kondisi ini diperparah dengan mulai mengeringnya sumber air, sehingga menyulitkan petugas pemadam kebakaran dalam melakukan pemadaman.

Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi, mengatakan sedikitnya empat titik kebakaran terjadi pada Senin (23/3), tersebar di Kecamatan Bintan Utara dan Seri Kuala Lobam.

Lokasi kebakaran meliputi kawasan Perumahan Tanjungpermai di Seri Kuala Lobam, dua titik di Desa Lancang Kuning, serta di Jalan Berdikari, Tanjunguban.

“Total lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hingga 6 hektare,” ujarnya.

Menurutnya, kebakaran sempat mengancam permukiman warga karena lokasi lahan yang terbakar berada di sekitar kawasan hunian.

“Rumah warga masih dikelilingi hutan. Saat angin kencang, api cepat membesar dan hampir menjalar ke permukiman,” jelasnya.

Panyodi juga menduga adanya unsur kesengajaan dalam beberapa kejadian kebakaran. Hal ini terlihat dari munculnya titik api baru setelah sebelumnya api berhasil dipadamkan.

“Setelah padam di satu titik, muncul lagi di lokasi lain. Tapi saat kami tiba, tidak ada orang di lokasi,” katanya.

Di sisi lain, kondisi kekeringan membuat petugas kesulitan mendapatkan pasokan air. Sejumlah sumber air andalan seperti parit di wilayah Jago, Desa Lancang Kuning, serta SPAM IKK Seri Kuala Lobam dilaporkan mengering.

“Sumber air sudah tidak bisa disedot, ini yang jadi kendala utama kami di lapangan,” ujarnya.

Pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar.

“Kami minta masyarakat menahan diri. Kondisi sedang kering, api sangat mudah menyebar dan membahayakan,” tegasnya. (*)

Editor : M Tahang
#karhutla #krisis air