Batampos - Menyikapi fenomena kondisi cuaca yang panas dan kering serta potensi cuaca ekstrim pada masa peralihan seperti saat ini, maka Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu waspada demi menjaga kesehatan.
''Himbauan utama dari kami kepada masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan pada puncak panas. Yakni, mulai pukul 10.00 wib hingga 16.00 wib. Kemudian, hindari paparan sinar matahari langsung. Terutama bagi kelompok rentan seperti Lansia dan anak-anak,'' ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, drg Soerjadi kepada Batam Pos, Kamis (26/3/2026).
Kemudian, tambahnya, untuk tetap menjaga kesehatan kesehatan dan hidrasi disarankan agar perbanyak mengkonsumsi air putih. Minimal 8 sampai 10 gelas atau 2 liter sehari. Hindari minuman berkafein, beralkohol dan minuman manis yang dapat mempercepat dehidrasi.Juga, gunakan pakaian longgar, ringan dan menyerap keringat.
''Jika berada di dalam ruangan pastikan ventilasi rumah baik agar sirkulasi udara lancar. Jangan membakar membakar sampah untuk mencegah kebakaran serta polusi udara. Satu hal, jangan meninggalkan siapapun di dalam kendaraan, khususnya mobil yang terparkir baik dengan kaca terbuka maupun tertutup. Paling penting, perhatikan gejala heat stroke seperti sakit kepala, pusing dan mual. Jika mengalaminya segera cari bantuan medis,'' jelasnya.
Sementara itu Kepala UPT Puskesmas Tanjungbalai Karimun, M Aristo Wibowo secara terpisah menyebutkan dalam dua hari ini jumlah kunjungan masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan memang cukup banyak.
''Sejak pelayanan kesehatan kembali dibuka, jumlah kunjungan masyarakat mencapai 300 orang lebih. Untuk keluhan penyakit yang dialami memang dominan terkait kondisi cuaca panas saat ini. Seperti, infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) dan hipertensi. Sisanya, kita mengeluarkan surat rujukan untuk ke rumah sakit,'' paparnya.
Forecaster BMKG Tanjungbalai Karimun, Younggy Hutabarat secara terpisah menyebutkan, untuk derajat panas di Kabupaten Karimun berada pada kisaran 26-33°C. ''Dengan suhu terpanas biasanya terjadi pada pukul 12.00-13.00 WIB,'' ungkapnya.
Saat ini, kata Younggy, Kabupaten Karimun masih dalam masa peralihan musim hujan ke musim kemarau. Awal musim kemarau untuk wilayah Kepulauan Riau diprediksi terjadi pada bulan Mei dengan puncak musim kemarau terjadi pada bulan Juli.
''Musim kemarau ini akan menjadi lebih kering dari biasanya dengan curah hujan di bawah normal. Kemudian, dalam waktu seminggu ke depan, diprediksi dapat berpotensi hujan ringan pada 30-31 Maret 2026. Meski demikian, kondisi atmosfer sangat dinamis. Untuk itu, warga diimbau tetap memantau prakiraan cuaca dari BMKG agar tetap aman,'' terangnya.
Dikatakannya, untuk saat ini kondisi kemarau di Kabupaten Karimun datangnya lebih cepat. hal ini disebabkan telah berakhirnya fase Lanina lemah pada Februari lalu. Dan saat ini sedang dalam fase netral dan akan memasuki fase Elnino lemah di pertengahan Tahun.
''Kondisi panas dan terik dalam seminggu ini di Karimun juga disebabkan karena gerak semu matahari dimana matahari tepat berada di daerah Ekuator wilayah Karimun sendiri berada dekat dengan Ekuator,'' pungkas Younggy. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak