Batampos - Puskesmas Dabo Lama melakukan uji sample pada makanan yang dijual di beberapa bazar takjil Ramadan di kawasan itu. Dari hasil pengujian pada sample yang sudah diambil, untuk takjil berbuka puasa tidak terdapat kandungan bahan berbahaya dan aman untuk konsumsi.
Kepala Puskesmas Dabo Lama, Hesty Ningrum mengatakan, dari hasil uji sampel menunjukkan tidak adanya kandungan zat berbahaya dalam makanan takjil yang diperjual-belikan ditempat penjualan.
“Dari hasil uji sample yang telah kami lakukan, seluruh sample makanan yang diuji dinyatakan aman untuk dikonsumsi. Tidak ditemukan adanya kandungan bahan berbahaya dalam takjil yang dijual di Dabo Singkep,” kata Hesty saat dikonfirmasi pada Minggu (1/3/2026).
Pengujian ini mencakup empat parameter zat berbahaya, yaitu Rodamin B, Formalin, Boraks, dan Metanil Yellow. Bahan-bahan ini kerap digunakan secara ilegal dalam makanan untuk memberi warna lebih mencolok atau mengawetkan produk, namun sangat berbahaya jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
Dari hasil uji sample ini, masyarakat Dabo Singkep diharapkan dapat lebih nyaman dan aman dalam mengkonsumsi takjil saat berbuka puasa.
Pihak Puskesmas Dabo Lama mengimbau agar para pedagang untuk tetap menjaga kualitas dan kebersihan makanan yang dijual, serta tidak tergoda menggunakan bahan tambahan yang berbahaya demi keuntungan lebih.
“Kami juga akan terus melakukan pengawasan dan pemeriksaan berkala untuk memastikan seluruh makanan yang beredar tetap aman dan layak konsumsi,” pungkasnya. (*)