Apalagi saat matahari mulai terbenam ke barat dan langit bergradasi jingga, kawasan tepi laut Tanjungpinang seakan berubah menjadi panggung kebahagiaan dan kehangatan.
Suasana senja hari di tepi laut Tanjungpinang menghadirkan semangat kebersamaan yang hangat, di tengah semilir angin laut dan tawa riang anak-anak yang bermain.
Setiap akhir pekan, tepi laut diramaikan oleh warga dari berbagai penjuru. Orang tua menggandeng tangan anak-anak, muda-mudi saling berbagi cerita menghadap laut sambil duduk di atas rumput hijau hingga para pedagang kaki lima yang menjajakan camilan dan jajanan.
Banyak pula warga sengaja membawa tikar dan membawa bekal dari rumah. Kesederhanaan ini menjadikan senja di tepi laut sebagai waktu piknik sederhana bersama keluarga.
Tepi laut Tanjungpinang bukan hanya tempat bersantai di akhir pekan. Namun menjadi tempat rekreasi favorit bagi warga Tanjungpinang yang dengan segala kesibukan selama sepakan.
“Setiap Minggu sore, kami selalu ke sini. Anak-anak bisa main lari-larian, sementara kami bisa duduk santai lihat laut dan matahari terbenam,” kata Rita, kata Rita Warga Batu 2 Tanjungpinang, Minggu (27/7).
Tak hanya warga lokal, tepi laut juga kadang disinggahi oleh wisatawan dari luar kota yang ingin merasakan suasana senja khas Tanjungpinang.
Sebelum pulang ke daerah asalnya, biasanya beberapa wisatawan luar kota menyempatkan diri ke tepi laut. Wisatawan ini tampak tidak ingin kehilangan momen dan mengabadikannya dengan ponsel atau kamera.
“Kalau senja, suasananya adem, cocok untuk bersantai. Kami suka di sini. Nanti kalau ke sini (Tanjungpinang) lagi, pasti kami singgah ke tepi laut,” kata Iskandar, warga Aceh yang tengah mengunjungi keluarganya di Tanjungpinang.(*)
Editor : Tunggul Manurung