Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Polisi Militer Mulai Selidiki Dugaan Oknum Aparat di Palmatak, Ini Permasalahannya

Ihsan Imaduddin • Jumat, 2 Mei 2025 | 00:00 WIB
Dandenpom I/6 Batam, Mayor CPM Stevanus Purba
Dandenpom I/6 Batam, Mayor CPM Stevanus Purba

batampos- Polisi Militer Angkatan Darat (Pom-AD) sedang mendalami dugaan oknum aparat di Palmatak yang menjadi pemodal dalam pencurian material di anjungan minyak milik Petronas.

Komandan Detasemen Polisi Militer (Dandenpom) I/6 Batam, Mayor CPM Stevanus Purba menegaskan pihaknya sedang melakukan penyelidikan terhadap oknum yang bersangkutan.

Tidak hanya itu, Danramil Palmatak, Letda Inf Riduan juga turut dilakukan pemeriksaan sebagai pimpinan yang tertanggung jawab atas hal ini.

"Kita selidiki informasi yang diberikan (masyarakat). Bila dugaan itu benar pasti akan dikembangkan," ujar Mayor CPM Stevanus Purba kepada batampos, Kamis, (1/5).

Stevanus menambahkan pemeriksaan terhadap oknum yang diduga terlibat akan dilakukan oleh Sub Denpom Natuna mengingat lokasi kasus lebih dekat dengan Natuna.

"Kantor kita juga ada di Natuna, kita akan selidiki terlebih dahulu," tegas Stevanus Purba.

Ditempat terpisah, Dandim 0318/Natuna, Kolonel Inf Andri Hadiyanto menegaskan akan menindak tegas oknum aparat yang terlibat dalam kejahatan internasional ini. Sejauh ini, Dandim masih terus melakukan penyelidikan.

Senada dengan Dandim, Asintel Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I, Brigjen TNI Jimmy Watuseke juga merespon cepat kabar oknum TNI yang menjadi pemodal dalam pencurian ini.

"Apabila benar pasti akan diamankan anggota tersebut sebagai pertanggung jawaban dari prajurit," tegas Brigjen TNI Jimmy.

Sebelumnya, kasus pencurian material di anjungan minyak milik perusahaan Malaysia, Petronas mulai memasuki fakta terbaru.

Berdasarkan keterangan dari sumber batampos, diduga oknum aparat yang bertugas di Palmatak menjadi pemodal dari aksi pencurian ini.

Kabar ini juga telah menyebar di masyarakat bahkan media sosial facebook maupun grup WhatsApp.

“Oknum itu diduga terlibat, dia yang menjadi pemodal bahkan transportasi untuk menuju ke lokasi (Terengganu) menggunakan kapal milik FA (rekanan oknum aparat),” ujar sumber batampos baru-baru ini.

Fakta terbarunya lagi, saat 7 warga Anambas diamankan oleh otoritas Malaysia, terdapat 3 orang komplotan ini bersembunyi di kantor tempat oknum tersebut bertugas.

“Sebenarnya kan 10 orang yang melakukan aksi, 7 ketangkap dan 3 berhasil kabur. Setelah sampai di Pulau Matak, 3 orang ini sembunyi di kantor oknum tersebut,” jelas sumber batampos.

Usai situasi aman, komplotan yang tersisa ini berupaya menghilangkan barang bukti material milik Petronas dengan cara membakar di hutan Desa Piabung, Kecamatan Palmatak.

Danramil Palmatak, Letda Inf Riduan saat dikonfirmasi dugaan ini tidak merespon sambungan seluler maupun pesan WhsatApp yang dikirim batampos.

Perlu diketahui, pada 20 Februari lalu, otoritas Malaysia mengamankan 7 warga Anambas yang sedang mencuri di anjungan minyak milik Petronas di 77 mil dari perairan Terengganu, Malaysia.

Aksi pembobolan dan pencurian ini berpotensi menyebabkan kerugian puluhan juta ringgit per hari serta menghambat jalannya produksi minyak.

Kasus ini kembali mencuat usai beredarnya video di tiktok @cemotcemoti yang mengungkapkan adanya setoran pengepul material kepada Kapolsek Palmatak, Iptu Kristian.

Setelah beredar video tersebut, fakta-fakta baru mulai terungkap, salah satunya dugaan keterlibatan oknum Koramil Palmatak yang turut menyukseskan pencurian ini.

Masyarakat meminta aparat keamanan untuk segera mengamankan komplotan ini yang diduga masih berkeliaran di Anambas.

“Karena mereka ini mengincar warga kita yang menganggur untuk bergabung. Beberapa tahun belakangan pernah juga kejadian ini terungkap dan ditahan Malaysia,” kata warga. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#polisi militer