Identitas korban yakni Didik Setiawan (41), Nur Gais Sugito (44), dan M. Hasanuddin (35). Sebelumnya, korban pamit mencari kayu Gaharu pada 1 Juli 2025.
"Alhamdulillah korban sudah pulang dengan selamat, sekarang tim lagi mendampingi mereka," ujar Kepala Basarnas Natuna, Abdul Rahmat dihubungi dari Tarempa.
Selama proses pencarian, Basarnas membentuk dua regu untuk menyisir dua rute yang berbeda.
"Regu pertama melakukan pencarian dari Desa Selemam. Dan regu kedua mencari dari Desa Pengadah," ucap Abdul Rahman.
Abdul Rahman menjelaskan awal mula korban dinyatakan hilang usai pihak keluarga sulit menghubungi.
"Terakhir komunikasi pada 7 Juli 2025. Dari percakapan, korban akan pulang 8 hari lagi," kata Abdul Rahman.
Rupanya, ketika komunikasi, keluarga salah menafsirkan yang mengira akan pulang tanggal 8 Juli.
"Sampai ditunggu tanggal 11 Juli tak kunjung pulang, keluarga melaporkan ke Basarnas. Dan kita langsung lakukan pencarian," terangnya.
Ia menambahkan hilangnya komunikasi dengan korban disebabkan oleh habisnya daya ponsel mereka dan powerbank yang dibawa mengalami kerusakan.
"Akibatnya, korban tidak dapat memberi kabar kepada keluarga," pungkas Abdul Rahman. (*)
Editor : Tunggul Manurung