Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Tumpukan Sampah dan Jaring Hanyut Nyaris Membunuh Dua Penyu di Perairan Jemaja

Ihsan Imaduddin • Sabtu, 22 November 2025 | 06:00 WIB
Nelayan saat menyelamatkan penyu yang terjebak dipusaran sampah dan jaring di Teluk Sadang, Jemaja Barat.
Nelayan saat menyelamatkan penyu yang terjebak dipusaran sampah dan jaring di Teluk Sadang, Jemaja Barat.

batampos- Dua ekor penyu yang tersangkut di jaring berhasil diselamatkan oleh seorang nelayan saat melaut di perairan Teluk Sadang, Kecamatan Jemaja Barat, Kamis (20/11).

Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya peran masyarakat, khususnya nelayan, dalam menjaga kelestarian satwa laut yang dilindungi.

Teluk Sadang sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah yang menjadi habitat peneluran penyu.

Di Jemaja, program penangkaran penyu telah lama berjalan dan menjadi bagian dari upaya pelestarian satwa tersebut.

Andrika, nelayan yang menemukan dan menyelamatkan penyu itu, menceritakan bahwa awalnya ia tidak menyangka ada satwa yang tersangkut di jaring. Ia hanya melihat tumpukan sampah yang hanyut.

Menurutnya, saat didekati, ia menemukan penyu dalam kondisi lemas karena terjerat jaring yang terperangkap bersama pusaran sampah di permukaan laut.

“Kita waktu itu mau mancing. Lewat sedikit, terlihat sampah sama jaring hanyut. Sekilas tampak penyu bergerak, jadi kami langsung bantu dia lepaskan dari jaring,” ujar Andrika saat dikonfirmasi dari Tarempa.

Tanpa menunggu lama, Andrika memutuskan untuk memotong jaring tersebut agar kedua penyu bisa segera terlepas.

Ia memastikan tidak ada bagian tubuh penyu yang terluka sebelum melepaskannya kembali ke laut.

“Pokoknya harus cepat. Begitu jaringnya putus, langsung kami lepaskan ke laut supaya dia bisa berenang bebas lagi,” tuturnya.

Andrika mengatakan penyelamatan penyu ini bukan yang pertama ia lakukan. Tahun lalu, ia juga pernah menemukan penyu yang terjebak jaring saat melaut dan berhasil menyelamatkannya.

“Selagi bisa kita bantu, ya kita bantu. Penyu itu harus hidup, jangan sampai mati sia-sia karena sampah atau jaring,” ucapnya.

Aksi spontan tersebut mendapat apresiasi langsung dari Bupati Kepulauan Anambas, Aneng.

Ia menilai tindakan nelayan itu merupakan contoh nyata kepedulian terhadap kelestarian biota laut.

“Saya sangat mengapresiasi langkah cepat nelayan yang membantu melepaskan penyu itu. Ini tindakan terpuji yang harus dicontoh,” kata Aneng.

Menurut Aneng, penyelamatan satwa laut bukan hanya tugas pemerintah atau petugas konservasi, tetapi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat Anambas, terutama mereka yang beraktivitas di laut.

Ia menjelaskan bahwa penyu adalah satwa yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan.

Sampah laut dan jaring bekas menjadi ancaman serius terhadap keberlangsungan hidup mereka.

“Penyu ini harus kita jaga. Mereka bagian dari kekayaan alam Anambas. Kalau kita biarkan terancam, maka generasi yang akan datang tidak lagi bisa melihatnya,” sambungnya.

Aneng juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya nelayan, untuk aktif menjaga ekosistem laut dengan tidak membuang sampah ke laut serta melaporkan bila menemukan penyu atau satwa laut lain yang membutuhkan pertolongan.

“Kita jaga laut kita, kita jaga penyu kita. Setiap tindakan kecil memberi dampak besar bagi kelestarian alam,” tegasnya. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#sampah #penyu #jaring