batampos- Warga Pulau Siantan kembali mengeluhkan pemadaman listrik yang terus terjadi meskipun PLN Anambas telah melakukan perbaikan sistem jaringan pada Sabtu, (6/12).
Kondisi ini membuat masyarakat semakin resah karena padamnya listrik kerap berlangsung lama.
Armia, salah satu warga Siantan, mengaku kecewa karena pemadaman terjadi hampir setiap hari.
Ia menyebut alasan yang diberikan PLN kerap sama, mulai dari gangguan pohon hingga hewan yang menyentuh kabel.
“Lagi, listrik padam. Setiap hari ada aja padam, alasannya jaringan terkena tumbuhan atau hewan. Padahal sudah dilakukan perbaikan sistem jaringan,” ujar Armia, Minggu, (7/12).
Armia menilai, seharusnya PLN melakukan pembenahan besar-besaran terhadap jaringan kabel, mulai dari pembangkit listrik PLTD hingga jalur distribusi ke rumah-rumah warga.
“Kalau begini terus, berarti ada masalah yang tidak diselesaikan. PLN harus lakukan pembenahan total dari ujung ke ujung, bukan sekedar tambal sulam,” tegas Armia.
Ia juga menjelaskan dampak besar dari pemadaman total yang terjadi kemarin. Menurutnya, Pulau Siantan sebagai pusat pemerintahan sempat lumpuh karena jaringan telekomunikasi ikut padam.
“Harus ada pembenahan. Listrik padam, semua terdampak. Tower telekomunikasi aja sampai padam. Semalam itu Siantan benar-benar mati suri,” keluhnya.
Selain masalah teknis, Armia juga menyoroti informasi yang diberikan PLN terkait durasi pekerjaan perbaikan. Dalam jadwal disebutkan hanya 6 jam, namun kenyataannya jauh lebih lama.
“Kenyataannya lebih dari 6 jam. Hampir 10 jam baru menyala listrik kemarin. Kalau begini, ke depan jangan beri harapan palsu ke warga,” kata Armia dengan nada kecewa.
Sementara itu, Manager PLN Anambas, Ade Listrian, memberikan penjelasan terkait pemadaman listrik yang kembali terjadi setelah perbaikan jaringan dilakukan pada Minggu, (7/12).
Menurutnya, pemadaman susulan terjadi karena adanya batang bambu yang jatuh dan mengenai kabel listrik sehingga memutus aliran.
“Gangguan kemarin murni karena faktor alam. Ada bambu yang menghantam kabel, sehingga listrik kembali padam setelah perbaikan,” ujar Ade Listrian.
Ade menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam dan langsung mengerahkan tim untuk menangani kondisi tersebut.
“Kami bekerja semaksimal mungkin di lapangan. Setiap gangguan langsung ditangani, karena kami paham listrik sangat vital bagi masyarakat,” kata Ade.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga karena durasi pekerjaan perbaikan pada Sabtu kemarin meleset dari jadwal yang diumumkan.
Ade menyebut kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang memperlambat proses perbaikan.
“Hal ini dikarenakan cuaca buruk. Hujan lebat membuat petugas harus ekstra hati-hati dalam bekerja agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan,” jelasnya.
PLN berharap warga dapat memahami situasi ini, sementara perusahaan berupaya melakukan evaluasi menyeluruh agar pemadaman tidak terus terulang. (*)
Editor : Tunggul Manurung