Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Perkuat Ketahanan Pangan, Lahan di Jemaja Timur Disiapkan untuk Gudang Penyimpanan Berkapasitas 1 Ton

Ihsan Imaduddin • Selasa, 24 Februari 2026 | 16:30 WIB

Plt Kadis PPP Kepulauan Anambas, Arcan Iskandar. F Ihsan Imaduddin/Batam Pos
Plt Kadis PPP Kepulauan Anambas, Arcan Iskandar. F Ihsan Imaduddin/Batam Pos

Batampos - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas mengusulkan Kecamatan Jemaja Timur sebagai lokasi pembangunan gudang penyimpanan bahan pokok milik Badan Usaha Logistik (Bulog). Usulan ini diajukan untuk memperkuat ketersediaan stok pangan di wilayah kepulauan tersebut.

Selama ini, distribusi bahan pokok untuk wilayah Jemaja dan sekitarnya masih bergantung dari Tarempa. Jika stok di tingkat kecamatan menipis, pasokan harus didatangkan kembali dari ibu kota kabupaten, yang membutuhkan waktu dan biaya tambahan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan (DPPP) Kepulauan Anambas, Arcan Iskandar, mengatakan keberadaan gudang Bulog di Pulau Jemaja sangat penting untuk menjamin stabilitas pasokan.

Menurutnya, kondisi geografis Anambas yang terdiri dari pulau-pulau membuat distribusi logistik tidak selalu berjalan lancar, terutama saat cuaca buruk melanda perairan.

“Kebutuhan gudang di sana memang perlu. Alhamdulillah Bulog mau membantu bangun dengan kapasitas 1 ton,” ujar Arcan Iskandar, Selasa (24/2/2026).

Ia menjelaskan, kapasitas tersebut dinilai cukup untuk tahap awal guna menampung beras dan bahan pokok lainnya sebagai stok cadangan di Jemaja Timur.

Untuk mendukung rencana tersebut, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas 3.500 meter persegi yang berlokasi di area Kantor Camat Jemaja Timur. Lokasi itu dinilai strategis dan mudah dijangkau masyarakat.

Selain berada di pusat pemerintahan kecamatan, akses menuju pelabuhan juga relatif dekat sehingga memudahkan proses distribusi barang dari kapal ke gudang penyimpanan.

Arcan menambahkan, Pelabuhan Kuala Maras, Jemaja Timur memiliki keunggulan karena posisinya sedikit masuk ke teluk. Kondisi ini membuat kapal pengangkut barang lebih aman saat bersandar, terutama ketika cuaca ekstrem atau gelombang tinggi.

Keamanan proses bongkar muat menjadi pertimbangan utama, mengingat cuaca di wilayah perairan Anambas kerap berubah secara tiba-tiba.

Dengan adanya gudang Bulog di Jemaja Timur, diharapkan distribusi bahan pokok tidak lagi sepenuhnya bergantung dari Tarempa. Stok dapat disiapkan lebih awal sebelum terjadi kelangkaan.

Langkah ini juga diyakini mampu menekan potensi lonjakan harga akibat keterlambatan pasokan, khususnya pada momen-momen tertentu seperti hari besar keagamaan atau saat gelombang tinggi.

Meski demikian, pembangunan gudang tersebut masih menunggu proses survei dari pihak Bulog. Pemerintah daerah telah menyampaikan usulan dan menunggu tindak lanjut.

“Baru diusulkan, nanti orang Bulog turun mensurvei. Kalau cocok langsung dibangun,” tegas Arcan.

Pemkab Anambas berharap rencana ini segera terealisasi agar ketahanan pangan di wilayah Jemaja semakin kuat dan masyarakat tidak lagi khawatir terhadap ketersediaan bahan pokok di tengah tantangan geografis kepulauan. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#anambas #gudang penyimpanan #ketahanan pangan