Batampos - Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusida) Kepulauan Anambas mengerahkan dua unit sepeda motor untuk mendongkrak minat literasi anak-anak, khususnya usia remaja ke bawah. Program ini ditujukan bagi sekolah-sekolah yang sulit dijangkau kendaraan roda empat.
Dua sepeda motor tersebut disiapkan sebagai armada layanan perpustakaan keliling yang lebih fleksibel. Dengan kendaraan roda dua, petugas dapat menembus jalan sempit, berbatu, hingga akses perkampungan yang selama ini tidak bisa dilalui Mobil Pintar.
Kepala Dispusida Kepulauan Anambas, Rusmanda, mengatakan motor tersebut akan difungsikan secara maksimal untuk menjangkau wilayah di luar Kecamatan Siantan. Program ini menjadi langkah konkret dalam memperluas akses bacaan bagi anak-anak di daerah terpencil.
“Ada dua unit motor yang kita siapkan untuk menjangkau sekolah yang berada di luar Kecamatan Siantan. Perdana meluncur ke SD Negeri 005 Desa Lidi, Siantan Tengah,” ujar Rusmanda, Senin (2/3/2026).
Ia menjelaskan, sepeda motor tersebut diberi nama Motor Literasi atau disingkat Moli. Nama itu dipilih agar mudah diingat sekaligus menjadi identitas baru layanan literasi bergerak milik Dispusida.
Menurut Rusmanda, kehadiran Moli menjadi solusi atas keterbatasan jangkauan Mobil Pintar yang selama ini hanya bisa beroperasi di wilayah tertentu. Dengan Moli, petugas dapat membawa buku bacaan langsung ke halaman sekolah.
Setiap motor dilengkapi dengan boks penyimpanan khusus yang mampu memuat puluhan buku bacaan. Buku-buku tersebut terdiri dari cerita anak, pengetahuan umum, buku bergambar, hingga bacaan edukatif yang sesuai dengan usia pelajar sekolah dasar dan menengah pertama.
Dalam setiap kunjungan, petugas tidak hanya membagikan buku untuk dibaca di tempat, tetapi juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk meminjam buku. Petugas turut memberikan motivasi dan pengenalan pentingnya membaca sejak dini.
Rusmanda menyebutkan, Moli nantinya akan rutin masuk ke sekolah-sekolah yang berada di pedalaman. Jadwal kunjungan sedang disusun agar seluruh sekolah bisa mendapat giliran layanan secara merata.
“Kita lagi menyusun agenda Motor Literasi ini. Nanti disampaikan ke sekolah-sekolah,” ucap Rusmanda.
Ia berharap program ini mampu menumbuhkan kebiasaan membaca di kalangan anak-anak. Menurutnya, minat baca harus dibangun secara konsisten agar menjadi budaya yang melekat sejak usia dini.
Dispusida juga berencana menggandeng pihak sekolah untuk mengadakan kegiatan pendukung, seperti pojok baca, lomba membaca, dan sesi mendongeng. Langkah ini diharapkan dapat membuat kegiatan literasi lebih menarik dan tidak membosankan.
Rusmanda mengajak seluruh siswa untuk memanfaatkan kehadiran Motor Literasi dengan sebaik-baiknya. Ia menegaskan bahwa membaca adalah jendela dunia yang akan membuka wawasan dan cita-cita anak-anak.
“Anak-anak harus semangat membaca. Dari membaca kita akan tahu dunia, mengenal banyak hal baru, dan punya mimpi yang lebih besar. Jangan pernah bosan dengan buku,” tegasnya.
Melalui Motor Literasi, Dispusida Kepulauan Anambas ingin memastikan tidak ada lagi anak yang kesulitan mendapatkan bahan bacaan. Program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan generasi Anambas yang cerdas, berwawasan luas, dan siap bersaing di masa depan. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak