batampos – Berobat jantung ke luar negeri perlahan bisa menjadi cerita lama bagi warga Batam. Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam (RSBP) bersiap naik kelas menjadi pusat pendidikan dokter subspesialis intervensi jantung.
Direktur RSBP, Tanto Budiharto, mengungkapkan proses penetapan sebagai rumah sakit pendidikan fellowship intervensi jantung saat ini tengah berjalan dan mendapat dukungan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
“Kami sudah bertemu dengan Wakil Menteri Kesehatan dan saat ini dalam tahap dokumentasi. Ke depan, pendidikan subspesialis intervensi jantung bisa dilakukan di Batam,” ujarnya.
RSBP dinilai layak mengemban peran strategis tersebut. Fasilitas modern dan tenaga medis berkompeten telah tersedia, mulai dari dokter jantung anak, spesialis aritmia, hingga layanan neurointervensi.
Seluruh layanan itu terintegrasi dalam Cardiovascular Center yang menjadi unggulan RSBP, memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat layanan jantung di kawasan barat Indonesia.
“Fasilitas dan SDM kami sudah siap. Ini yang menjadi pertimbangan penunjukan sebagai tempat pendidikan fellowship,” jelas Tanto.
Tak hanya layanan medis, RSBP juga memperkuat fungsi pendidikan melalui kerja sama dengan Universitas Internasional Batam. Kolaborasi ini membuka peluang bagi mahasiswa kedokteran dan dokter untuk menjalani pendidikan spesialis dan subspesialis di daerah sendiri.
“Ke depan, tidak hanya jantung. RSBP akan berkembang menjadi rumah sakit pendidikan dengan berbagai bidang spesialis,” tambahnya.
Sebagai rumah sakit pemerintah, RSBP memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat mengakses layanan, baik melalui BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, asuransi swasta, maupun pasien umum.
“Dengan fasilitas yang ada, masyarakat tidak perlu lagi ke luar negeri untuk berobat jantung. Semua bisa ditangani di Batam,” tegasnya.
Didukung status Batam sebagai kawasan pengembangan kesehatan, RSBP juga terus berinovasi melalui sistem layanan terpadu hingga pembayaran digital berbasis QRIS untuk meningkatkan kenyamanan pasien.
Langkah ini menjadi bagian dari visi besar menjadikan Batam sebagai pusat layanan kesehatan berstandar internasional sekaligus hub pendidikan kedokteran di Indonesia bagian barat.
“Ini bukan sekadar peningkatan layanan, tetapi lompatan besar bagi Batam di sektor kesehatan,” tutupnya. (*)
Editor : Jamil Qasim