Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Pertamina: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Hanya untuk Retail, Industri Aman

Yashinta • Minggu, 19 April 2026 | 19:00 WIB
Risiko mengganti BBM.
Petugas melayani pengisian BBM di SPBU usai penyesuaian harga BBM nonsubsidi. F. Dok. Batam Pos

batampos – Penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang berlaku sejak 18 April 2026 dipastikan hanya menyasar sektor retail. Pertamina menegaskan, harga BBM untuk kebutuhan industri tetap tidak mengalami perubahan.

Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga wilayah Kepri, Bagus Handoko, menegaskan kebijakan tersebut tidak berdampak pada sektor industri.

“Perubahan kemarin hanya retail. Harga industri tidak berubah,” ujarnya, Minggu (19/4).

Baca Juga: Ekspor CPO Naik 26 Persen, Indonesia Perkuat Posisi Raja Sawit Dunia

Penyesuaian harga telah diterapkan serentak di seluruh SPBU sejak 18 April pukul 00.00 WIB, termasuk pembaruan pada totem, dispenser, hingga struk pembelian.

Untuk wilayah Kepri non-FTZ, harga BBM saat ini yakni Pertamax Rp12.900 per liter, Pertamax Turbo Rp20.250, Dexlite Rp24.650, dan Pertamina Dex Rp24.950.

Sementara di Batam yang berstatus Free Trade Zone (FTZ), harga lebih rendah. Pertamax dibanderol Rp11.750, Pertamax Turbo Rp18.450, Dexlite Rp22.450, dan Pertamina Dex Rp22.700 per liter.

Meski Pertamax tidak mengalami perubahan, kenaikan signifikan terjadi pada jenis BBM lainnya. Pertamax Turbo di Kepri non-FTZ naik Rp6.600, sementara Dexlite dan Pertamina Dex masing-masing melonjak lebih dari 65 persen.

Kenaikan juga terjadi di Batam FTZ, dengan Pertamax Turbo naik Rp6.050. Dexlite dan Pertamina Dex masing-masing meningkat hingga Rp9.000 dan Rp8.900.

Baca Juga: Kenduri Seni Melayu 2026 Libatkan Seniman Lokal hingga Mancanegara

Di sisi lain, Pertamina memastikan BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak mengalami perubahan harga.

Dengan tetapnya harga BBM industri, pelaku usaha diharapkan tidak mengalami tekanan tambahan dari sisi energi. Namun, kenaikan BBM retail dinilai tetap berpotensi memicu kenaikan biaya transportasi dan distribusi.

Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk mengakses informasi harga BBM melalui kanal resmi guna menghindari informasi yang tidak akurat. (*)

Editor : M Tahang
#BBM nonsubsidi #BBM Industri #pertamina