Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Seremoni Haji Dibatasi, Fokus Jaga Kesehatan Jemaah Lansia

Abdul Azis Maulana • Kamis, 23 April 2026 | 10:31 WIB
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad saat berbincang dengan jamaah haji asal Batam. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad saat berbincang dengan jamaah haji asal Batam. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Pemerintah membatasi kegiatan seremonial keberangkatan haji hanya satu kali di tiap provinsi pada musim haji tahun ini. Kebijakan ini diambil untuk menjaga kondisi fisik jemaah, terutama kelompok lanjut usia (lansia) yang mendominasi peserta dari Kepulauan Riau.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kepulauan Riau, Syafi’i, mengatakan pembatasan seremoni merupakan bagian dari strategi pelayanan berbasis kesehatan.

“Acara seremonial dibatasi hanya satu kali. Ini bagian dari upaya menjaga kesehatan jemaah, khususnya lansia, agar tetap prima hingga kembali ke Tanah Air,” ujarnya, Rabu (22/4).

Tahun ini, pelayanan haji mengusung pendekatan inklusif dengan fokus pada kelompok rentan, yakni lansia, perempuan, dan penyandang disabilitas. Seluruh petugas diminta menyesuaikan layanan dengan kebutuhan jemaah yang semakin beragam.

“Prioritas kita tahun ini adalah lansia, perempuan, dan disabilitas,” tegasnya.

Dari sisi kuota, jemaah asal Kepulauan Riau tercatat sebanyak 10.085 orang, ditambah 10 petugas sehingga total mencapai 10.095 orang. Sekitar 70 persen di antaranya merupakan lansia, dengan usia tertua 83 tahun dan termuda 18 tahun.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam, Muhammad Syafii, memastikan seluruh fasilitas di Asrama Haji Batam telah disiapkan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Secara umum kesiapan sudah sesuai SOP. Fasilitas telah dibersihkan dan siap menerima jemaah,” ujarnya.

Namun, terdapat penyesuaian alur layanan dibanding tahun sebelumnya. Tahun ini, jemaah yang masuk asrama akan lebih dulu menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum menerima dokumen perjalanan.

Selain paspor, jemaah juga langsung menerima kartu nusuk—identitas layanan haji di Arab Saudi—sejak di asrama.

“Tahun lalu ada keterlambatan distribusi kartu. Sekarang kita bagikan lebih awal agar tidak menghambat pelayanan di Tanah Suci,” jelas Syafii.

Setelah proses administrasi, jemaah menerima biaya hidup (living cost), gelang identitas, serta menjalani pemeriksaan lanjutan sebelum diberangkatkan.

Pada kloter pertama Embarkasi Batam, sebanyak 445 jemaah diberangkatkan dari Kepulauan Riau. Mereka berasal dari Kabupaten Lingga (27 orang), Kabupaten Bintan (44 orang), Kota Tanjungpinang (145 orang), dan Kota Batam (145 orang), serta didampingi empat petugas haji.

Secara keseluruhan, Embarkasi Batam akan melayani 10.845 jemaah dan 100 petugas.

PPIH juga mengimbau keluarga pengantar untuk tidak memadati area asrama demi menjaga kenyamanan dan konsentrasi jemaah menjelang keberangkatan.

“Jika jemaah sudah masuk asrama, diharapkan tidak ada lagi gangguan dari luar. Ikuti prosedur agar proses berjalan tertib,” ujar Syafii.

Di sisi lain, panitia mencatat dua insiden menjelang keberangkatan, yakni satu jemaah asal Karimun meninggal dunia dan satu lainnya dalam kondisi sakit.

“Ini menjadi pengingat bahwa aspek kesehatan tetap menjadi faktor krusial dalam penyelenggaraan haji tahun ini,” tambahnya.

Dengan dominasi jemaah lansia dan sejumlah evaluasi dari musim sebelumnya, pemerintah berupaya memastikan seluruh tahapan perjalanan ibadah haji berjalan lebih tertib, aman, dan berpihak pada kebutuhan jemaah. (*)

Editor : Jamil Qasim
#Seremoni Haji #Fokus Jaga Kesehatan