Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Santri Tewas, 12 Luka-luka dalam Kecelakaan Pick Up di Nongsa

Yashinta • Minggu, 3 Mei 2026 | 16:34 WIB
Petugas mengevakuasi korban kecelakaan mobil pikap yang mengangkut belasan santri di kawasan Batu Besar, Nongsa, Batam, Jumat (1/5) sore. Insiden tersebut menewaskan satu santri dan melukai 12 lainnya.  F. istimewa
Petugas mengevakuasi korban kecelakaan mobil pikap yang mengangkut belasan santri di kawasan Batu Besar, Nongsa, Batam, Jumat (1/5) sore. Insiden tersebut menewaskan satu santri dan melukai 12 lainnya. F. istimewa

batampos – Kecelakaan lalu lintas tunggal melibatkan mobil pikap yang mengangkut belasan santri terjadi di kawasan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Jumat (1/5) sore. Peristiwa nahas itu menewaskan satu orang santri, sementara 12 lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan medis.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Khulil Niki Iqbali. Ia dinyatakan sudah tidak bernyawa saat tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri. Sementara korban lainnya langsung mendapat penanganan intensif di ruang perawatan.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri, AKP dr Leonardo, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut korban sudah tiba dalam keadaan meninggal dunia.

“Korban tiba di rumah sakit sudah dalam kondisi meninggal dunia,” ujarnya, Sabtu (2/5).

Sebanyak 12 santri lainnya mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda, mulai dari ringan hingga berat. Seluruhnya masih dalam perawatan tim medis.

“Ada 12 korban lainnya yang saat ini masih dirawat intensif,” tambahnya.

Peristiwa kecelakaan terjadi di Jalan CLT, Batu Besar, tidak jauh dari kawasan Yayasan Pesantren Alfadllu 7 Batam di Kampung Tengah. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kendaraan pikap tersebut melaju dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya hilang kendali dan mengalami kecelakaan tunggal.

“Mobilnya melaju kencang, seperti tidak terkendali. Setelah kejadian, anak-anak itu minta tolong ke warga sekitar,” ujar seorang saksi di lokasi kejadian.

Saksi juga menyebutkan, saat kejadian tidak terlihat adanya orang dewasa di dalam kendaraan, melainkan hanya para santri yang menjadi penumpang. Sejumlah korban kemudian dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum dirujuk ke rumah sakit.

“Ada yang dibawa ke klinik terdekat, ada juga langsung ke rumah sakit,” katanya.

Direktur Lalu Lintas Polda Kepri, Kombes Taufiq Lukman Nurhidayat, membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Ia menyebut penanganan perkara kini ditangani Satlantas Polresta Barelang.

“Penanganan perkara ini ditangani oleh Polresta Barelang,” tegasnya.

Polisi juga telah menetapkan satu orang tersangka berinisial MhM (23), yang diketahui merupakan tenaga pendidik di yayasan tersebut. Saat ini tersangka telah diamankan dan ditahan untuk proses hukum lebih lanjut.

“Untuk tersangka usia dewasa, dan merupakan guru ngaji,” ujarnya.

Terkait dugaan kendaraan dikemudikan anak di bawah umur, polisi masih melakukan pendalaman.

“Masih dalam proses penyelidikan. Kami akan dalami dari hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi,” jelas Taufiq.

Hingga kini, penyidik masih mengumpulkan bukti dan keterangan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan yang menewaskan satu santri tersebut. (*)

Editor : Putut Ariyotejo
#polresta barelang #Nongsa #kecelakaan lalu lintas #batam #batu besar