Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

BP Batam Ingin Batam Jadi Pusat Industri Energi Hijau Indonesia

Muhammad Syaban • Minggu, 10 Mei 2026 | 17:33 WIB
Kunjungan Deputi Investasi BP Batam, Farry Francis ke McDermott International di Batuampar, Batam. F. @bpbatam
Kunjungan Deputi Investasi BP Batam, Farry Francis ke McDermott International di Batuampar, Batam. F. @bpbatam

batampos – Selama puluhan tahun Batam dikenal sebagai kota industri manufaktur dan galangan kapal. Kini, Badan Pengusahaan (BP) Batam mulai mengarahkan transformasi baru dengan membidik Batam sebagai pusat industri energi hijau di Indonesia.

Langkah tersebut mulai terlihat saat Deputi Investasi BP Batam, Farry Francis, mengunjungi proyek Tennet 2GW HVDC Project milik McDermott International di Batuampar, Kamis lalu.

Proyek tersebut menjadi sorotan karena merupakan proyek konversi energi angin menjadi energi listrik pertama yang dikerjakan di Indonesia sebagai bagian dari rantai industri renewable energy global.

Menariknya, proyek energi angin berskala internasional tersebut justru dikerjakan di Batam, kota pesisir yang selama ini belum memanfaatkan energi angin secara optimal meski memiliki potensi angin cukup besar.

Farry mengatakan BP Batam melihat momentum ini sebagai peluang strategis untuk mengubah arah industri Batam menuju sektor energi berkelanjutan.

“Batam harus mengambil posisi sebagai green industrial execution hub di wilayah barat Indonesia,” kata Farry kepada Batam Pos, Sabtu (10/5).

Menurut dia, keberadaan proyek offshore wind tersebut membuktikan Batam telah memiliki kapasitas industri yang siap masuk ke sektor energi hijau global, mulai dari fabrikasi, engineering hingga rantai pasok industri.

Ia berharap keberhasilan proyek yang dikerjakan McDermott Indonesia dapat mendorong perusahaan lain di Batam ikut masuk ke sektor energi terbarukan, terutama perusahaan galangan kapal dan industri pesisir yang dinilai memiliki peluang besar mengembangkan energi mandiri berbasis angin maupun tenaga surya.

“Keberhasilan proyek offshore wind ini membuktikan Batam punya kapasitas industri untuk masuk ke rantai energi terbarukan global,” ujarnya.

Farry mengungkapkan minat investor terhadap sektor green investment di Batam mulai meningkat. Tidak hanya pada energi angin, tetapi juga pengembangan solar ecosystem, green manufacturing, semikonduktor hingga data center hijau.

Karena itu, BP Batam mengaku siap memberikan berbagai kemudahan bagi investor yang ingin mengembangkan industri energi hijau di Batam, baik dari sisi regulasi, percepatan perizinan maupun dukungan kawasan industri.

“Fokus kami bukan hanya menarik investasi, tetapi membangun ekosistem industri hijau yang terintegrasi,” katanya.

Lebih jauh, BP Batam juga mulai menyiapkan arah pembangunan jangka panjang agar Batam tidak hanya menjadi lokasi produksi proyek energi hijau untuk pasar internasional, tetapi juga mulai menggunakan energi hijau di kawasan industrinya sendiri.

“Roadmap Batam ke depan bukan sekadar memproduksi proyek energi hijau untuk dunia, tetapi juga menjadikan Batam sebagai kawasan industri yang mulai menggunakan energi hijau itu sendiri,” tegas Farry.

Di tengah meningkatnya tren investasi hijau global, Batam dinilai memiliki peluang besar menjadi pusat industri energi terbarukan di wilayah barat Indonesia karena didukung posisi strategis, kawasan industri yang lengkap, serta akses langsung ke jalur perdagangan internasional.x

Editor : Putut Ariyotejo
#investasi hijau #offshore wind #bp batam #batam #energi hijau