batampos - Hujan deras yang mengguyur Kota Batam sejak Selasa (9/6) siang menyebabkan sejumlah ruas jalan di kawasan Mukakuning, Seibeduk, dan Batuaji terendam banjir. Genangan air yang cukup tinggi mengganggu arus lalu lintas dan menyebabkan sejumlah sepeda motor mogok saat melintas.
Salah satu titik terdampak paling parah berada di Jalan Ahmad Yani, kawasan Mukakuning. Air dilaporkan menggenangi badan jalan hingga setinggi lutut orang dewasa, sehingga kendaraan terpaksa melaju perlahan untuk menghindari mogok maupun kecelakaan.
Wahyu, seorang warga yang melintas di lokasi, mengatakan banjir kali ini cukup menghambat aktivitas masyarakat.
Baca Juga: SPMB 2026 Dibuka, SMKN 1 Batam Sediakan Posko Konsultasi untuk Calon Siswa dan Orang Tua
"Airnya cukup tinggi, sampai lutut orang dewasa. Banyak kendaraan yang memilih berhenti karena takut mogok. Kondisi jalan juga licin dan berlumpur," ujarnya.
Menurut Wahyu, kondisi diperparah oleh proyek pelebaran jalan yang sedang berlangsung di kawasan tersebut. Material tanah dari proyek terbawa arus hujan dan menutupi sebagian badan jalan serta saluran drainase.
"Karena ada proyek pelebaran jalan, banyak lumpur yang terbawa air hujan. Akibatnya genangan jadi lebih lama surut dan jalan semakin sulit dilalui," katanya.
Batuaji Juga Terendam
Banjir juga terjadi di kawasan Jalan R Suprapto, Batuaji. Genangan di sekitar SPBU Simpang Basecamp menyebabkan kemacetan panjang dan membuat arus kendaraan dari dua arah nyaris lumpuh.
Seorang warga Batuaji, Tomi, mengungkapkan bahwa persoalan banjir di wilayah tersebut bukan hal baru.
"Setiap hujan deras pasti banjir. Ini bukan masalah baru, sudah bertahun-tahun terjadi. Sampai sekarang belum ada perbaikan drainase yang benar-benar menyelesaikan masalah," ujarnya.
Menurut Tomi, kondisi biasanya semakin parah pada sore hari saat ribuan pekerja pulang kerja dan volume kendaraan meningkat drastis.
"Kalau sore lebih parah lagi karena banyak pekerja pulang. Kendaraan menumpuk, air tinggi, akhirnya macet panjang. Banyak motor yang mogok di tengah jalan," tambahnya.
Warga Minta Pembenahan Drainase
Warga berharap pemerintah segera melakukan pembenahan sistem drainase di sejumlah titik rawan banjir, khususnya di kawasan Mukakuning dan Batuaji. Mereka menilai persoalan genangan yang terus berulang setiap musim hujan memerlukan solusi permanen, bukan hanya penanganan sementara.
Selain menghambat mobilitas masyarakat, banjir juga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, kerusakan kendaraan, dan kerugian ekonomi akibat kemacetan yang terjadi di jalur-jalur utama Batam. (*)
Editor : Jamil Qasim