Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

RSBP Batam Perkuat Layanan Trauma Center 24 Jam

Muhammad Syaban • Kamis, 11 Juni 2026 | 22:03 WIB

RSBP Batam bersama BPJS Ketenagakerjaan melakukan sosialisasi layanan Jaminan Kecelakaan Kerja kepada perwakilan perusahaan di Batam. Foto: BP Batam.
Tenaga medis RSBP Batam bersiaga di layanan Trauma Center 24 Jam. Fasilitas ini diperkuat dengan sistem penanganan terpadu, peralatan medis modern, dan tim multidisiplin untuk menangani kasus trauma serta kegawatdaruratan di Kota Batam. Foto: BP Batam.

batampos – Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam (RSBP Batam) terus memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan dalam penanganan trauma dan kegawatdaruratan di Kota Batam. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menghadirkan layanan Trauma Center 24 Jam yang didukung sistem penanganan terpadu dari lokasi kejadian hingga pasien kembali beraktivitas.

Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan penguatan layanan tersebut merupakan bagian dari komitmen BP Batam dalam menyediakan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan berkualitas, khususnya bagi pekerja maupun masyarakat yang mengalami kecelakaan atau kondisi darurat medis.

“Batam merupakan kawasan industri dan investasi yang terus berkembang. Karena itu, kebutuhan terhadap layanan kesehatan yang mampu menangani kasus trauma dan kegawatdaruratan secara cepat menjadi sangat penting,” ujar Ariastuty, Kamis (11/6).

Menurutnya, RSBP Batam saat ini telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang yang mendukung penanganan trauma secara komprehensif. Fasilitas tersebut meliputi layanan Trauma Center 24 Jam, tim spesialis multidisiplin, CT Scan 128 Slice, Cathlab Bipplane 24 Jam, ICU Trauma, layanan neurointervensi, serta instalasi gawat darurat yang siaga sepanjang waktu.

Seluruh fasilitas tersebut dirancang untuk mempercepat proses diagnosis dan tindakan medis sehingga peluang keselamatan pasien dapat ditingkatkan, terutama pada kasus trauma berat dan kegawatdaruratan.

Baca Juga: Daftar Harga Pertamax di 5 Kota Sumatra, Batam yang Termurah

Selain penguatan sarana medis, RSBP Batam juga mengembangkan sistem Trauma Team Activation, yaitu mekanisme penanganan terpadu yang dimulai sejak insiden terjadi di lokasi kerja maupun tempat kejadian perkara.

Melalui sistem tersebut, pasien akan dievakuasi menggunakan ambulans menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) Trauma untuk menjalani proses resusitasi dan stabilisasi kondisi. Setelah itu, pasien akan menjalani pemeriksaan penunjang seperti CT Scan dan laboratorium sebelum memperoleh tindakan lanjutan hingga tahap rehabilitasi.

“Tujuan utama dari sistem ini adalah mempercepat penyelamatan nyawa sekaligus membantu pasien kembali produktif setelah menjalani perawatan,” kata Ariastuty.

RSBP Batam juga menjadi mitra resmi BPJS Ketenagakerjaan dalam pelayanan peserta Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Melalui kerja sama tersebut, pekerja yang mengalami kecelakaan kerja dapat memperoleh layanan kesehatan yang terintegrasi, mulai dari penanganan medis hingga program Return to Work.

Ariastuty menjelaskan, rumah sakit yang berdiri sejak 1971 itu telah berkembang menjadi salah satu fasilitas kesehatan rujukan utama di Batam. Dengan pengalaman lebih dari lima dekade, RSBP Batam terus melakukan inovasi dan pengembangan layanan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.

Selain didukung tenaga medis profesional, RSBP Batam juga telah mengantongi sertifikasi ISO 9001:2015 dan sertifikasi halal sebagai bentuk komitmen dalam menjaga mutu pelayanan kesehatan.

Baca Juga: DLH Batam Uji Emisi 1.500 Kendaraan, Kendaraan Solar Dominasi Tidak Lulus

Dari sisi aksesibilitas, RSBP Batam memiliki keunggulan karena berada pada lokasi strategis yang mudah dijangkau dari berbagai kawasan industri dan pusat aktivitas ekonomi. Berdasarkan pemetaan waktu tempuh ambulans, sejumlah kawasan seperti Batu Ampar, Tanjung Uncang, Panbil Industrial Estate, Batamindo Industrial Park, Kawasan Industri Kabil, hingga Bandara Hang Nadim dapat dijangkau dalam waktu sekitar 10 hingga 35 menit pada kondisi normal.

“Kami ingin memastikan masyarakat maupun pekerja di kawasan industri mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang cepat saat kondisi darurat terjadi. Dalam penanganan trauma, setiap menit sangat menentukan keselamatan pasien,” ujar Ariastuty.

Ia berharap penguatan layanan Trauma Center 24 Jam dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat, pekerja, dan dunia usaha yang beroperasi di Batam.

“Keselamatan masyarakat dan pekerja adalah prioritas. Karena itu BP Batam terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan agar mampu menjawab kebutuhan Batam sebagai kota industri, investasi, dan perdagangan internasional,” tutupnya. (*)

Editor : Putut Ariyo
#layanan kesehatan #Trauma Center #bp batam #RSBP Batam #kecelakaan kerja