Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Batam Masih Kekurangan 100 Halte Trans Batam

Putut Ariyo • Rabu, 1 Juli 2026 | 23:59 WIB
us Trans Batam melayani penumpang di salah satu koridor di Kota Batam. Dishub Batam berencana menggandeng perusahaan melalui program CSR untuk mempercepat pembangunan halte yang masih kurang lebih dari 100 unit.    F. Cecep Mul / Batam Pos
us Trans Batam melayani penumpang di salah satu koridor di Kota Batam. Dishub Batam berencana menggandeng perusahaan melalui program CSR untuk mempercepat pembangunan halte yang masih kurang lebih dari 100 unit. F. Cecep Mul / Batam Pos

batampos  – Pengembangan layanan Trans Batam masih menghadapi tantangan pada penyediaan infrastruktur pendukung. Hingga pertengahan 2026, Kota Batam baru memiliki 114 halte, sementara kebutuhan ideal diperkirakan mencapai 220 halte agar seluruh penumpang dapat mengakses transportasi publik dengan lebih aman dan nyaman.

Kepala UPT Trans Batam Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Bambang Sucipto, mengatakan masih terdapat kekurangan lebih dari 100 halte yang harus dipenuhi secara bertahap seiring bertambahnya koridor layanan.

"Kebutuhan ideal Kota Batam sekitar 220 halte. Sekarang baru tersedia 114 halte, jadi masih kurang sekitar seratus halte lagi. Apalagi sekarang layanan sudah masuk ke koridor Bengkong sehingga kebutuhan halte juga ikut bertambah," kata Bambang kepada Batam Pos, Rabu (2/7).

Menurutnya, keberadaan halte merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas layanan angkutan massal. Selama halte belum tersedia secara merata, sebagian penumpang masih harus menunggu bus di tepi jalan tanpa perlindungan dari panas maupun hujan.

Untuk mengejar kebutuhan tersebut, Dishub menargetkan pembangunan sekitar 10 halte baru setiap tahun.

 

Gandeng Swasta Bangun Halte Lewat CSR

Bambang mengakui, apabila pembangunan halte hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pemenuhan seluruh kebutuhan akan memerlukan waktu yang cukup lama.

Karena itu, Dishub Batam mulai membuka peluang kolaborasi dengan sektor swasta, terutama pengembang kawasan industri, kawasan komersial, dan perusahaan besar melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Baca Juga: Listrik Perumahan Lobam Mas Asri Bintan Padam Akibat Tupai Mati Kesetrum

"Kami akan menggandeng pihak swasta. Kami akan mengirimkan surat kepada sejumlah kawasan industri maupun perusahaan agar melalui program CSR mereka dapat membangun halte dan kemudian menghibahkannya kepada pemerintah," ujarnya.

Ia menjelaskan, pola pembangunan halte akan disesuaikan dengan lokasi. Halte yang berada di kawasan permukiman, sekolah, dan fasilitas publik tetap menjadi tanggung jawab pemerintah.

Sementara itu, halte yang berada di depan pusat perbelanjaan, kawasan industri, maupun kawasan komersial diharapkan dapat dibangun oleh pengelola kawasan masing-masing.

"Kalau berada di kawasan seperti Panbil atau K-Square, kami berharap pengembang yang membangunnya. Ke depan konsep ini akan terus kami dorong agar pembangunan halte tidak sepenuhnya bergantung pada APBD," katanya.

Menurut Bambang, kolaborasi tersebut juga menjadi bentuk partisipasi dunia usaha dalam mendukung pengembangan transportasi publik di Batam.

 

Fokus Tingkatkan Infrastruktur Pendukung

Bambang menuturkan, dari sisi operasional, layanan Trans Batam terus mengalami perkembangan melalui penambahan armada dan pembukaan koridor baru. Namun, pembangunan infrastruktur pendukung, khususnya halte, belum mampu mengimbangi pertumbuhan jaringan layanan.

"Kalau armada dan koridor sudah berkembang. Yang masih menjadi pekerjaan rumah kami sekarang adalah melengkapi halte di sejumlah titik pelayanan," ujarnya.

Selain menambah jumlah halte, Dishub juga berupaya meningkatkan konektivitas antarmoda dengan memperbaiki akses pejalan kaki menuju halte, terutama di kawasan pelabuhan dan pusat transportasi.

Sebagai contoh, Bambang menilai konsep integrasi transportasi publik di Singapura dapat menjadi referensi dalam pengembangan sistem transportasi di Batam.

"Kita tidak harus persis seperti Singapura. Tetapi minimal masyarakat bisa berjalan menuju halte dengan nyaman, terlindung dari hujan, jalannya bagus, dan aksesnya ramah bagi semua pengguna. Itu yang sedang kami dorong," katanya.

Menurutnya, peningkatan kualitas halte dan jalur pedestrian merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Kota Batam untuk mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

Dengan semakin lengkapnya infrastruktur Trans Batam, Dishub berharap angkutan massal dapat menjadi pilihan utama masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari sekaligus membantu mengurangi kemacetan yang terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah kendaraan di Kota Batam. (*)

Editor : Putut Ariyo
#transportasi publik #Halte Trans Batam #batam #trans batam #dishub batam