Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

BSSN Audit Dugaan Kebocoran 1.495 Data SPMB Batam, IP Address Pelaku Dilacak

Muhammad Syaban • Kamis, 2 Juli 2026 | 16:20 WIB
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Batam, Rudi Panjaitan. F. Dok. Batam Pos
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Batam, Rudi Panjaitan. F. Dok. Batam Pos

Batampos – Penanganan dugaan kebocoran 1.495 data peserta Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kota Batam terus berlanjut. Hingga kini, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) masih melakukan audit digital untuk memastikan apakah data tersebut benar-benar telah dikuasai pelaku sekaligus menelusuri identitas pihak yang bertanggung jawab.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudy Pandjaitan, mengatakan proses investigasi masih berada di tangan tim forensik digital BSSN.

“Hasil asistensi dengan Badan Siber dan Sandi Negara RI bersama Kementerian Komunikasi dan Digital, Dinas Pendidikan, dan Diskominfo Kota Batam, saat ini sudah dipasang alat pendeteksi insiden siber pada aplikasi SPMB Kota Batam,” kata Rudy, Kamis (2/7/2026).

Baca Juga: BPJS Kesehatan Sebut Program JKN Tak Sekadar Biayai Pengobatan

Menurut dia, BSSN masih melacak alamat protokol internet (IP address) yang diduga digunakan pelaku. Selain itu, audit terhadap sistem teknologi informasi juga masih berlangsung untuk memastikan apakah data yang diklaim bocor benar-benar berhasil diambil atau hanya sebatas klaim.

“Terkait kebocoran data, saat ini masih dilakukan pencarian IP address dan audit TIK untuk memastikan apakah data tersebut benar sudah dikuasai pihak tersebut atau belum,” ujarnya.

Rudy menegaskan hingga kini identitas pelaku belum dapat dipastikan. Seluruh proses penyelidikan teknis sepenuhnya ditangani oleh BSSN melalui digital forensik.

Baca Juga: Kejari Batam Ingatkan Camat dan Lurah Hindari Korupsi Dana PSPK 2026

“Khusus untuk IP address threat actor, kami masih menunggu hasil forensik. Yang menangani kasus ini adalah Badan Siber dan Sandi Negara,” katanya.

Kasus dugaan kebocoran data ini mencuat setelah seorang peretas mengklaim memiliki 1.495 data peserta SPMB Kota Batam dan mengunggahnya di sebuah forum digital.

Pemerintah Kota Batam memastikan investigasi bersama BSSN akan terus dilakukan untuk mengungkap sumber kebocoran sekaligus memastikan keamanan data masyarakat tetap terjaga. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Kebocoran data spmb #Diskominfo Batam