Batampos - Badan Pengusahaan (BP) Batam memastikan proyek perkuatan jaringan pipa air bersih menuju Batuampar dan Bengkong memasuki tahap akhir. Hingga awal Juli, progres fisik pembangunan telah mencapai lebih dari 85 persen dan ditargetkan rampung pada awal Agustus 2026.
Proyek tersebut menjadi andalan BP Batam untuk mengatasi persoalan distribusi air bersih yang selama bertahun-tahun dikeluhkan warga di dua kawasan padat penduduk tersebut.
Direktur SPAM BP Batam, Idul Priyadi, mengatakan penyelesaian proyek mengalami percepatan dibandingkan jadwal awal.
"Target penyelesaian sekarang pada awal Agustus 2026. Ini merupakan percepatan dari rencana awal yang ditargetkan selesai pada akhir Agustus 2026," kata Idul kepada Batam Pos, Jum'at (10/7/2026) siang.
Baca Juga: Kerjasama dengan LAZ Batam, Kakanwil Kemenag Kepri Harapkan Adanya Transformasi Zakat Produktif
Berdasarkan data per 1 Juli 2026, progres fisik pembangunan pada segmen Centra Sukajadi–Awal Bros telah mencapai 87,51 persen. Sementara pembangunan jaringan pada segmen Simpang Jam–Tangki Ozon–Bukit Senyum mencapai 85 persen.
Meski progres pekerjaan terus berjalan, di lapangan masih terlihat sejumlah pipa utama menumpuk di tepi jalan kawasan Bengkong, tepatnya di seberang Pasar Shopping Center. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan masyarakat mengenai lambatnya penyelesaian proyek.
Di sisi lain, keluhan pelanggan justru semakin meningkat. Warga Batuampar mengaku distribusi air yang sebelumnya masih sempat mengalir pada tengah malam kini tidak lagi keluar sama sekali.
Menanggapi hal itu, Idul menjelaskan kondisi tersebut bukan disebabkan proyek pembangunan, melainkan akibat keterbatasan kapasitas jaringan lama yang sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan pelanggan.
Baca Juga: Kepri Raih Penghargaan Serapan Kuota Haji Tertinggi Nasional
Menurut dia, tekanan air di kawasan Bengkong dan Batuampar terus menurun karena tingginya konsumsi di wilayah hulu distribusi.
"Terjadi penurunan tekanan air akibat tingginya konsumsi di area hulu jaringan Bengkong dan Batuampar, serta keterbatasan dimensi pipa eksisting yang belum memadai untuk menyalurkan debit air secara maksimal," ujarnya.
Sebagai solusi jangka panjang, SPAM BP Batam bersama PT Air Batam Hilir (ABHi) mempercepat pembangunan jaringan pipa baru yang memiliki kapasitas lebih besar.
Sementara selama proyek berlangsung, BP Batam tetap melakukan langkah mitigasi agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi.
"Untuk mengantisipasi dampak gangguan, bantuan air bersih melalui armada truk tangki terus kami distribusikan secara intensif ke wilayah terdampak," kata Idul.
Ia optimistis setelah proyek selesai, tekanan maupun volume distribusi air menuju Bengkong, Batuampar, dan kawasan sekitarnya akan meningkat secara signifikan. (*)