batampos – Pemerintah Kota Batam terus mematangkan rencana pembangunan Taman Budaya yang diproyeksikan menjadi pusat kegiatan seni, budaya, sekaligus penggerak ekonomi kreatif. Saat ini, proyek tersebut memasuki tahap penyusunan Detailed Engineering Design (DED) yang ditargetkan rampung pada November 2026.
Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Batam, Azril Apriansyah, mengatakan penyusunan DED berjalan sesuai jadwal kontrak. Dokumen tersebut akan menjadi acuan utama dalam pelaksanaan pembangunan, mulai dari desain bangunan, spesifikasi teknis, hingga kebutuhan anggaran.
"DED sudah mulai dikerjakan dan sesuai kontrak akan selesai pada November 2026. Setelah itu baru akan dilelangkan pelaksanaan pembangunannya," ujar Azril, Rabu (29/7).
Baca Juga: Pedagang Bendera Musiman Kembali Ramaikan Jalanan Batam
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Batam menyiapkan anggaran sekitar Rp50 miliar pada 2027 untuk memulai pembangunan fisik. Namun, nilai tersebut masih bersifat indikatif dan akan disesuaikan dengan hasil akhir DED.
"Direncanakan anggaran yang tersedia sekitar Rp50 miliar pada tahun 2027. Tetapi nanti tentu akan disesuaikan dengan perhitungan kebutuhan anggaran setelah DED final," katanya.
Menurut Azril, penyusunan DED menjadi tahapan penting untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai perencanaan, baik dari aspek teknis maupun pembiayaan. Setelah dokumen selesai, pemerintah akan melanjutkan proses lelang pekerjaan konstruksi sebelum pembangunan fisik dimulai.
Baca Juga: Buaya Besar Masih Berkeliaran, Warga Diminta Hindari Sungai
Taman Budaya akan dibangun di kawasan Gedung Beringin, aset milik Pemerintah Kota Batam. Kawasan tersebut dirancang sebagai ruang publik yang dapat mengakomodasi berbagai aktivitas seni, budaya, dan ekonomi kreatif, sekaligus menjadi wadah bagi komunitas seni untuk berkarya dan menggelar pertunjukan secara berkelanjutan.
Selain itu, keberadaan Taman Budaya diharapkan mampu memperkuat sektor pariwisata Batam. Selama ini, Batam lebih dikenal dengan wisata belanja, kuliner, dan bahari. Kehadiran destinasi wisata budaya dinilai akan memperkaya pilihan atraksi bagi wisatawan.
Pembangunan Taman Budaya merupakan salah satu program strategis Pemerintah Kota Batam dan direncanakan menggunakan skema tahun jamak (multi-years). Dengan selesainya DED pada akhir tahun ini, proyek tersebut ditargetkan memasuki tahap konstruksi pada 2027 dan diharapkan menjadi salah satu ikon baru Kota Batam.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, menyatakan pembangunan Taman Budaya merupakan bagian dari upaya pemerintah mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah sekaligus menghadirkan destinasi wisata budaya baru.
Menurutnya, proyek tersebut telah mendapat dukungan anggaran dari Pemerintah Kota Batam bersama DPRD Kota Batam.
"Anggarannya sekitar Rp50 miliar dan pembangunannya menggunakan skema multi-years selama tiga tahun. Tahun ini dimulai dengan proses perencanaan," ujar Ardiwinata.
Ia menambahkan, proses lelang konsultan perencana telah selesai dan saat ini penyusunan DED tengah berlangsung sebagai dasar pelaksanaan pembangunan fisik.
Editor : Jamil Qasim