batampos - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau Kota Batam tahun ini dikemas berbeda. Selain berselawat dan mendengarkan tausiah, kegiatan tersebut menjadi momentum peluncuran buku Nabi Muhammad SAW dalam Pantun Melayu karya Dato’ H. Marsapwan, Lc., M.A.
Sekitar 130 pengurus LAM Kota Batam, pengurus LAM kecamatan, calon Hulubalang, dan Tun Fatimah menghadiri kegiatan di Gedung Nong Isa, Istana Besar Madani LAM Kepri Kota Batam, Jumat (21/8) malam.
Ketua Umum LAM Kota Batam Raja Muhammad Amin mengatakan, peringatan Maulid tidak semestinya berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus menjadi ruang untuk kembali mengingat keteladanan Nabi Muhammad SAW dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Syabas dan tahniah kepada Dato’ H. Marsapwan yang telah menyelesaikan buku Nabi Muhammad SAW dalam Pantun Melayu. Karya ini dikerjakan kurang lebih satu tahun dan tentu perlu kita apresiasi,” ujarnya.
Menurut dia, peluncuran buku sengaja dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi agar kegiatan tahun ini memiliki warna berbeda. Sastra Melayu digunakan sebagai medium untuk menyampaikan kisah kehidupan, perjuangan, dan dakwah Rasulullah SAW.
Baca Juga: Sampan Layar dan Napas Kemerdekaan dari Pulau Buluh
Buku setebal sekitar 300 halaman tersebut merupakan karya ke-9 Marsapwan. Isinya mengangkat sosok Nabi Muhammad SAW melalui bait-bait pantun Melayu.
Raja Muhammad Amin mengajak pengurus dan masyarakat tidak hanya mengagumi Rasulullah, tetapi juga mengikuti sunahnya.
“Kita harus meneladani Rasulullah SAW dan mengamalkan sunah beliau sebagai bentuk kasih sayang dan kerinduan kita kepada Rasulullah,” kata dia.
Rangkaian kegiatan diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Qoriah Ananda Zakiyya Zahra Adany dari Qur’an Center. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Gurindam 12 karya Raja Ali Haji oleh Ananda Raja Imesyha Putri Jelita.
Pembacaan Gurindam 12 menjadi pengingat bahwa tradisi Melayu dan nilai-nilai keagamaan memiliki ruang yang beririsan. Pesan moral dalam karya Raja Ali Haji kembali dibacakan dalam suasana peringatan kelahiran Nabi.
Jamaah kemudian mengikuti selawat yang dipimpin Dato’ H. Marsapwan bersama Dato’ Syafriari, M.Pd.I.
Acara dilanjutkan dengan tausiah oleh Ustaz Dato’ Ramli Muazmara, M.Pd.I., yang juga Ketua Bidang Kepemudaan dan SDM LAM Kota Tanjungpinang serta Panglima Tengah Hulubalang LAM Kepulauan Riau.
Dalam tausiahnya, Ramli mengangkat persoalan makna kemerdekaan yang sesungguhnya. Ia mempertanyakan kembali arti kemerdekaan, kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran dalam kehidupan masyarakat saat ini.
Penyampaian tausiah menggunakan pantun dan humor sehingga membuat suasana acara lebih cair.
Baca Juga: Laksamana Sukardi Soroti TKD 2027: Rp735 Triliun Masih di Bawah 2025
Peringatan Maulid tersebut juga dihadiri Dr. Mahmoud Asfour, cendekiawan Palestina yang merupakan dosen Institut Kesehatan Ibnu Sina Batam.
Menurut Raja Muhammad Amin, peringatan Maulid sekaligus peluncuran buku tersebut menjadi bagian dari upaya LAM menjaga hubungan antara agama dan kebudayaan Melayu.
Ia berharap nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Rasulullah dan warisan budaya Melayu tidak hanya dipertahankan dalam acara adat atau keagamaan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Yang kita harapkan bukan sekadar memperingati Maulid, tetapi bagaimana kecintaan kepada Rasulullah diwujudkan dalam sikap, akhlak, dan kehidupan bermasyarakat,” katanya. (*)
Editor : Yofi Yuhendri