Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Bertemu Pengurus PWI Pusat, Ketua MPR RI Ahmad Muzani Tegaskan Jati Diri sebagai Wartawan

Chahaya Simanjuntak • Kamis, 15 Januari 2026 | 16:00 WIB

JAJARAN Pengurus PWI Pusat foto bersama saat audiensi dengan Ketua MPR RI, Ahmad Muzani di Jakarta beberapa waktu lalu. F PWI untuk Batam Pos
JAJARAN Pengurus PWI Pusat foto bersama saat audiensi dengan Ketua MPR RI, Ahmad Muzani di Jakarta beberapa waktu lalu. F PWI untuk Batam Pos

Batampos -  Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat melakukan audiensi dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2026) sore lalu.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan reflektif, membahas makna profesi wartawan serta peran strategis pers dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam audiensi tersebut, Ahmad Muzani mengenang perjalanan awalnya sebagai wartawan. Ia menceritakan pengalamannya mengikuti ujian wartawan muda PWI DKI Jakarta di 1991 lalu, dengan satu pertanyaan yang hingga kini masih membekas kuat di ingatannya.

"Salah satu pertanyaannya adalah, jika dalam meliput kita menemukan kecelakaan di tengah jalan, mana yang didahulukan, membantu korban atau menulis berita," ujar Muzani mengenang.

Ia mengaku memilih untuk membantu korban terlebih dahulu sebelum menulis berita. Menurutnya, nilai kemanusiaan harus selalu ditempatkan di atas kepentingan apa pun. Dari proses tersebut, ia dinyatakan lulus sebagai wartawan muda PWI.

"Menjadi wartawan itu bukan sekadar profesi, melainkan panggilan hati. Artinya memilih untuk mengatakan yang benar itu benar, dan yang salah itu salah," tegas Muzani, yang pernah berkiprah sebagai wartawan Majalah Amanah dan penyiar Radio Ramako tersebut.

Muzani menekankan, esensi jurnalisme adalah memperjuangkan kebenaran dan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi. Nilai tersebut, kata dia, tetap melekat meski seseorang telah berpindah peran.

Baca Juga: Film Penerbangan Terakhir Angkat Isu Love Bombing di Dunia Penerbangan

"Saya tidak pernah merasa terpisah dari wartawan. Hati saya sampai sekarang masih wartawan," ujarnya.

Ia juga mengingatkan kembali nilai-nilai dasar PWI yang dirumuskan sejak Kongres PWI tahun 1946 di Solo, yang menempatkan pers sebagai alat perjuangan dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

"Di PWI, wartawan disebut pejuang karena memperjuangkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi," tuturnya.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menyambut baik refleksi yang disampaikan Ketua MPR RI tersebut. Menurutnya, pengalaman dan pandangan Ahmad Muzani menjadi pengingat penting bagi insan pers tentang esensi jurnalisme sejati.

"Apa yang disampaikan Ketua MPR menunjukkan bahwa jurnalisme sejati selalu bertumpu pada kebenaran dan kemanusiaan. Nilai-nilai inilah yang terus kami jaga di PWI," kata Akhmad Munir, yang juga menjabat Ketua Dewan Pengawas LKBN Antara.

Ia menambahkan, hingga kini PWI tetap memelihara nilai-nilai luhur para pendiri sebagai rumah besar wartawan Indonesia yang berkontribusi besar bagi kemajuan bangsa dan negara.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, menyampaikan, audiensi tersebut juga menjadi bagian dari komunikasi PWI dengan pimpinan lembaga negara menjelang peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang akan digelar di Provinsi Banten.

Baca Juga: Perkuat Pendidikan di Wilayah Perbatasan Kepri, Lima Kepala Sekolah Baru Dilantik

"Kami secara resmi mengundang Ketua MPR RI untuk hadir pada peringatan Hari Pers Nasional 2026. Kehadiran beliau tentu menjadi kehormatan sekaligus penguat semangat insan pers," ujar Zulmansyah, yang juga Ketua Panitia HPN 2026.

Zulmansyah menambahkan, HPN merupakan momentum refleksi bersama antara pers dan negara dalam menjaga demokrasi, persatuan, serta kepentingan nasional.

Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Muzani juga menyinggung perubahan lanskap jurnalistik di era digital, di mana peran pewarta kini turut dijalankan oleh netizen dan konten kreator.

“Dari pemberitaan mereka, kita mengetahui masih ada bantuan yang belum sampai dan penanganan yang belum optimal,” ujarnya.

Audiensi ini turut dihadiri jajaran Pengurus PWI Pusat, di antaranya Bendahara Umum Marthen Selamet Susanto, Ketua Bidang Kemitraan dan Kerja Sama Ariawan beserta Wakil Ketua Kadirah, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Irfan Junaidi, Wakil Sekretaris Jenderal Haryo Ristamadji, Ketua Departemen Hankam TNI-Polri Johnny Hardjojo beserta wakilnya Musrifah dan Badar Subur, Ketua Departemen Parlemen Ade Candra, Ketua Departemen Seni, Musik, Film, dan Budaya Ramon Damora, Ketua Departemen Kajian dan Litbang Akhmad Sefudin, serta Wakil Humas Akhmad Dani. (*)

 

 

Editor : Chahaya Simanjuntak
#HPN 2026 #PWI Pusat #hari pers nasional #pwi kepri