batampos - Peringatan Hari Bumi setiap 22 April menjadi pengingat penting bahwa kesadaran menjaga lingkungan tidak muncul secara instan.
Gerakan tersebut berakar dari meningkatnya keresahan masyarakat terhadap polusi yang semakin parah pada akhir 1960-an, terutama di Amerika Serikat.
Hari Bumi meningkatkan kesadaran dan aksi terhadap perlindungan lingkungan. Peringatan ini diikuti lebih dari 190 negara di dunia.
Sejarah Hari Bumi (Earth Day)
Peringatan muncul pertama kali pada tahun 1960 di Amerika Serikat. Diprakarsai oleh Senator Gaylord Nelson sebagai respons terhadap kondisi lingkungan yang semakin memburuk akibat polusi industri dan kurangnya regulasi.
Kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan masih rendah. Bahkan polusi dianggap sebagai konsekuensi wajar dari kemajuan industri.
Baca Juga: Sejarah Singkat Hari Kartini 21 April, Perjuangan RA Kartini yang Mengubah Nasib Perempuan Indonesia
Perubahan mulai terjadi setelah meningkatnya perhatian publik terhadap dampak lingkungan, termasuk buku Silent Spring karya Rachel Carson yang membuka mata dunia terhadap bahaya pestisida.
Momentum dimanfaatkan oleh Gaylord Nelson yang ingin membawa isu lingkungan ke ranah politik nasional. Ia menggagas sebuah gerakan edukasi besar - besaran yang bertujuan menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga bumi.
Hari Bumi digelar pada 22 April 1970. Sekitar 20 juta warga Amerika Serikat turun ke jalan, kampus, dan ruang publik untuk menyuarakan perlindungan lingkungan.
Aksi tersebut menjadi demonstrasi terbesar dalam sejarah modern. Isu lingkungan telah menjadi perhatian luas lintas generasi.
Pemerintah Amerika Serikat mengesahkan berbagai kebijakan penting, termasuk undang - undang tentang udara bersih (Clean Air Act) dan perlindungan spesies (Endangered Species Act), serta pembentukan badan perlindungan lingkungan.
Hari Bumi berkembang melampaui batas negara. Pada tahun 1990, peringatan ini mulai menjadi gerakan global dengan partisipasi dari 140 negara dan ratusan juta orang.
Isu lingkungan bukan lagi persoalan lokal, tetapi tantangan global yang membutuhkan kolaborasi lintas negara. Berbagai kegiatan Hari Bumi, mulai dari penanaman pohon, kampanye pengurangan plastik, hingga aksi melawan perubahan iklim.
Organisasi Earth Day telah bekerja sama dengan ribuan mitra untuk mendorong aksi nyata dalam menjaga Bumi.
Hari Bumi menunjukkan bahwa gerakan ini bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi refleksi dari perubahan kesadaran manusia terhadap lingkungan.(*)
Editor : Juliana Belence