batampos - Peringatan World Press Freedom Day setiap 3 Mei menjadi momen penting bagi dunia untuk menegaskan kembali komitmen terhadap kebebasan pers.
Di tengah meningkatnya tantangan terhadap jurnalisme, hari ini berfungsi sebagai pengingat bahwa akses terhadap informasi yang bebas dan independen merupakan bagian fundamental dari demokrasi.
Sejarah World Press Freedom Day
World Press Freedom Day lahir dari rekomendasi konferensi internasional pada tahun 1991 yang terinspirasi oleh Deklarasi Windhoek di Namibia.
Deklarasi tersebut disusun oleh para jurnalis Afrika yang menuntut adanya pers yang bebas, independen, dan pluralistik sebagai fondasi demokrasi.
Pada Desember 1993, United Nations General Assembly secara resmi menetapkan tanggal 3 Mei sebagai World Press Freedom Day.
Baca Juga: Sejarah Hari Bumi 22 April, Momentum Penting untuk Selamatkan Lingkungan
Tanggal ini dipilih untuk memperingati lahirnya Deklarasi Windhoek yang menjadi tonggak penting kebebasan pers global.
Peringatan tersebut memiliki beberapa tujuan utama, antara lain mengingatkan pemerintah agar menghormati kebebasan pers, mengevaluasi kondisi media di seluruh dunia, serta mengenang para jurnalis yang gugur saat menjalankan tugas.
World Press Freedom Day juga menjadi wadah bagi komunitas internasional untuk membahas tantangan baru, termasuk tekanan politik, disinformasi, hingga dampak teknologi seperti kecerdasan buatan terhadap dunia jurnalistik.
World Press Freedom Day tidak hanya bersifat simbolis, tetapi menjadi forum global yang mempertemukan jurnalis, organisasi media, dan pembuat kebijakan.
UNESCO secara rutin menggelar konferensi internasional setiap tahun untuk membahas isu kebebasan pers, termasuk tantangan di era digital yang semakin kompleks.(*)
Editor : Juliana Belence