batampos- Petani antusias mengikuti pelatihan hidroponik yang digelar Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kepulauan Riau dalam kegiatan deklarasi Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) di Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara pada Sabtu (1/11).
Ketua MPM PWM Kepulauan Riau, drh Iwan Berri Prima menyampaikan apresiasi dan menekankan pentingnya deklarasi Jamaah Tani Muhammadiyah sebagai momentum untuk membangun sinergi antara petani Muhammadiyah dengan pemerintah daerah.
Ia menyatakan, kesiapan JATAM untuk berkolaborasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bintan serta Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepri.
"JATAM siap berkolaborasi dengan instansi terkait untuk membangun negeri," ujarnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepulauan Riau, yang diwakili Zulaikha menilai pelatihan hidroponik sebagai langkah cerdas menjawab tantangan ketahanan pangan di Kepri.
"Teknologi hidroponik menjadi salah satu solusi inovatif dalam peningkatan produktivitas pangan, terutama di daerah dengan keterbatasan lahan pertanian," ujarnya.
Ketua PWM Kepulauan Riau, Huzaifah Dadang, menekankan pentingnya kerja sama antara PWM Kepri dan instansi pemerintah dalam mengembangkan sektor pertanian.
Ia mendorong penandatanganan kerja sama antara PWM Kepri dan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan Kepri untuk meningkatkan sumber daya manusia pertanian dan ketahanan pangan daerah.
Selain itu, ia juga mengusulkan pembentukan JATAM di seluruh kabupaten dan kota di Kepri.
Setelah deklarasi pembentukan Jamaah Tani Muhammadiyah Kepulauan Riau, acara dilanjutkan dengan presentasi dari Hariyanto, seorang pelaku pertanian hidroponik, yang berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam budidaya hidroponik.
Peserta kemudian mengikuti pelatihan dan praktik langsung teknik hidroponik sederhana menggunakan bahan-bahan lokal.
Kegiatan ini menjadi tonggak awal gerakan JATAM untuk memperkuat kemandirian pangan dan memberdayakan masyarakat tani berbasis nilai-nilai Islam, melalui pelatihan hidroponik yang mengembangkan pertanian modern efisien dan berkelanjutan. (*)
Editor : Tunggul Manurung