Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Harga Cabai Melonjak, Stok Sembako di Bintan Menipis, Pasokan dari Sumatera Terbatas dan Pengetatan Barang di Batam

Slamet Nofasusanto • Senin, 8 Desember 2025 | 12:00 WIB
Pedagang memilah cabai di Pasar Baru Tanjunguban, Minggu (7/12).
Pedagang memilah cabai di Pasar Baru Tanjunguban, Minggu (7/12).

batampos- Harga cabai merah dan rawit di Bintan melonjak naik dalam beberapa hari terakhir.

Kenaikan ini disebabkan oleh terbatasnya pasokan dari Sumatera yang terdampak bencana alam banjir.

Selain itu, harga kebutuhan pokok lain juga mengalami kenaikan dan pasokan menipis karena pengetatan pengawasan barang di Batam.

Seorang pedagang di di Pasar Baru, Tanjunguban, Misiah mengatakan harga cabai merah naik menjadi sekitar Rp 90 ribu per kilogram (Kg) dari awalnya sekitar Rp 70 ribu per Kg dan cabai rawit naik jadi Rp 80 ribu per Kg dari Rp 50 ribu per Kg.
Harga cabai hijau juga naik dari Rp 50 ribu per Kg menjadi Rp 60 ribu per Kg.

Ia mengatakan selama ini pasokan cabai yang dijual rata-rata berasal dari Aceh, Sumatera yang terdampak bencana banjir.

"Kenaikan harga dipengaruhi pasokan dari daerah terdampak yang susah masuk," katanya, Minggu (7/12).

Harga kebutuhan lain juga mengalami kenaikan di Pasar Baru Tanjunguban.

Harga bawang putih naik dikisakan antara Rp 35 ribu hingga Rp 38 ribu per Kg, dari sebelumnyab Rp 30 ribu per Kg.

Bawang merah naik dari sebelumnya Rp 15 ribu per Kg menjadi Rp 20 ribu per Kg.

Harga gula naik dari Rp 15 per Kg menjadi Rp 18 ribu per Kg. Harga minyakita Rp 16 ribu per kemasan dan telur satu papan dijual seharga Rp 59 ribu.

Tomat dijual seharga Rp 17 ribu hingga Rp 18 ribu per Kg, kacang tanah dari harga Rp 22 ribu per Kg menjadi Rp 27 ribu per Kg.

Selain karena pasokan dari daerah bencana terhambat, ia mengatakan, ada pengetatan barang dari Batam ke Bintan oleh petugas di Batam karena sebagian besar barang kebutuhan melalui Batam.

"Barang-barang seperti minyakita masih ada tapi sudah mulai langka," kata dia.

Kabid Perdagangan pada Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Bintan, Setia Kurniawan mengakui harga beberapa kebutuhan pokok mengalami kenaikan akibat pasokan menipis.

Selain disebabkan pasokan dari daerah bencana yang terbatas, katanya, saat ini terdapat pengetatan pengawasan barang oleh petugas kepabeaan di Batam.

Ia menyebut, kebutuhan yang mulai tersendat masuk ke Bintan seperti antara lain beras, gula, tepung, bawang merah, daging, ayam beku, minyak goreng dan lainnya.

Akibat tersendatnya pasokan dari daerah asal dan pengetatan pengawasan kepabeaan, ia mengatakan, harga beberapa kebutuhan pokok mengalami kenaikan.

"Akibat ketersediaannya menipis, harga beberapa kebutuhan naik," pungkas dia. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#batam #sembako