Batampos - Ketinggian air Waduk Sei Jago yang terletak di Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, terus menyusut. Ketinggian air waduk saat ini hanya sekitar 71 sentimeter, turun dari sebelumnya 3 meter.
Penyusutan ini terjadi sejak musim kemarau dengan penurunan rata-rata sekitar 5 sentimeter per hari.
Kepala Cabang PDAM Tirta Kepri Tanjunguban, Sugito mengatakan ketinggian air di waduk dari sebelumnya 3 meter, kini hanya tinggal 71 sentimeter.
Akibatnya, pihak PDAM Tirta Kepri harus mengurangi jam pelayanan atau pendistribusian air ke pelanggan.
Hal ini dilakukan untuk mempertahankan ketersediaan air di waduk dan pelanggan aktif PDAM yang berjumlah sekitar 2.960 khusus di Tanjunguban, tetap dapat terlayani.
Akibat penyusutan, kata Sugito, pendistribusian air seperti di wilayah Tanjunguban Kota, mulai mengalir dari sekitar pukul 04.00 WIB sampai dengan sekitar pukul 15.00 WIB.
Sebelumnya, air di wilayah tersebut mengalir kurang lebih 24 jam.
Selain musim kemarau, ia mengatakan penyusutan air di waduk juga disebabkan kondisi waduk yang mengalami kebocoran.
Pihak PDAM Tirta Kepri sudah berusaha menahan agar air tidak banyak terbuang, tapi titik kebocoran meluas ke titik lain.
Bahkan pihak PDAM Tirta Kepri telah melakukan perbaikan dinding waduk, tapi belum ada perubahan signifikan.
"Kebocoran ini sudah terjadi lama dan sudah dilaporkan ke pusat dan BWS. Tapi asetnya milik provinsi, jadi kembali (jadi tanggung jawab) ke provinsi," katanya.
Ia berharap kebocoran waduk dapat segera ditangani sehingga krisis air tidak berlanjut.
Sugito juga mengimbau kepada pelanggan PDAM Tirta Kepri di Tanjunguban untuk menghemat air dan menggunakan air seperlunya karena keadaan kemarau.
Maman, pelanggan PDAM Tirta Kepri di Tanjunguban mengatakan air yang dialiri PDAM sangat keruh sejak kemarau.
"Kita sudah lakukan penyaringan, airnya memang keruh," katanya.
Akibatnya, ia terpaksa mencuci tangki air lebih cepat dari biasanya.
Maman menilai air di Waduk Sei Jago juga sudah kurang layak dialiri apalagi di musim kemarau.
Ia berharap pihak PDAM Tirta Kepri dapat mencari sumber air baku lain.
"Mungkin bisa kerja sama dengan SPAM di Lobam yang air bakunya masih melimpah," sarannya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak