Batampos - Kebakaran lahan meluas setelah angin kencang yang memantik api di beberapa titik di Kecamatan Gunung Kijang, Bintan, Jumat (30/1/2026). Sedikitnya ada 20 titik kebakaran lahan dengan luas lahan yang terbakar mencapai lebih dari 5 hektare.
Kepala UPT Damkar Toapaya, Makmur mengatakan pihaknya kewalahan menangani kebakaran lahan yang mencapai 20 titik dalam beberapa jam. Kebakaran pertama kali dilaporkan sekitar pukul 02.00 WIB.
"Sampai pukul 08.00 WIB, sudah ada 20 titik kebakaran lahan. Kami kewalahan karena waktu kebakaran terjadi berdekatan," kata Makmur.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bintan, Agus Ariyadi mengatakan pihaknya mencatat peningkatan signifikan kasus kebakaran lahan.
Sebelumnya, ada sekitar 72 kasus kebakaran, dan bertambah sekitar 20 kasus pada Jumat (30/1/2026) pagi, sehingga total kasus kebakaran di Bintan pada bulan Januari 2026 sudah mencapai sekitar 92 kasus.
"Jumlah ini luar biasa dibandingkan tahun lalu yang mencatat sekitar 170 kasus kebakaran hutan dan lahan dalam setahun," kata Agus saat menyisir titik - titik lahan yang terbakar.
Ia mengatakan bahwa peningkatan kasus ini menjadi perhatian kepala daerah.
Selain itu, BPBD Bintan menyiagakan armada dan personel serta berkolaborasi dengan Kepolisian dan TNI untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Agus juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar, karena cuaca panas dan angin kencang berpotensi memicu kebakaran.
"Jangan sampai kebakaran yang terjadi mengganggu aktivitas masyarakat," katanya.
Camat Gunung Kijang, Rahak mengapresiasi upaya BPBD Bintan, Damkar Toapaya, Kepolisian, dan TNI yang bekerja keras memadamkan kebakaran lahan di wilayahnya.
Ia mengimbau masyarakat yang melintasi Kecamatan Gunung Kijang untuk menggunakan masker karena asap masih menyelimuti jalan.
"Hati-hati dalam berkendara dan tidak membawa kendaraan dengan kecepatan tinggi untuk menghindari kecelakaan," kata Rahak. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak