Batampos - Musim kemarau telah membawa dampak bagi warga Bintan. Krisis air bersih melanda beberapa wilayah, termasuk Kampung Bina Desa, Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Bintan Timur. Lebih dari 600 kepala keluarga di 4 RT terpaksa menghadapi kesulitan air.
"Kalau satu bulan tidak hujan, kendala banget karena sumur-sumur warga tadah hujan semua rata-rata, bukan sumur mata air," kata Ketua RW 006 Kampung Bina Desa, Kelurahan Sei Lekop, Heri Cahyono.
Kondisi ini diperparah dengan kualitas air sumur yang sedikit payau, membuatnya tidak layak untuk dikonsumsi.
Ia mengatakan bahwa pemerintah telah berupaya membantu dengan membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), namun air baku juga mengalami penyusutan.
"Sebelum didalami airnya masih bagus, tapi setelah didalami airnya makin kurang," tambah Heri.
Meski demikian, pemerintah daerah dan instansi terkait terus membantu menyalurkan air ke warga.
"Alhamdulillah hari ini mungkin sudah 8 truk tangki masuk menyalurkan air ke warga, bantuan air dari Polres, PMI, BPBD," kata Heri.
Heri berharap musim kemarau cepat berlalu dan kembali hujan.
"Kita cuma bisa berdoa jangan terlalu lama lagi musim kemaraunya," harapnya.
Sekretaris PMI Bintan, Agus Sabana mengatakan pihaknya telah menyalurkan air ke warga di RW 006, Kampung Bina Desa, Selasa (3/2/2026).
"Hari ini di RW 006 juga, sudah sekitar 30 ton air disalurkan," kata Agus.
Penyaluran air ini merupakan permintaan bantuan air dari warga ke PMI.
Baca Juga: Bupati Anambas Tegaskan Komitmen Jalankan Instruksi Presiden Prabowo
"Kondisi saat ini lagi sulit air. Tidak hanya warga di Kelurahan Sei Lekop, tapi warga di kelurahan lain juga sudah meminta bantuan air," tambahnya.
Agus mengatakan saat ini PMI berkolaborasi dengan BPBD dalam menyalurkan air ke warga.
"Kami akan terus berupaya membantu warga yang terdampak krisis air," katanya.
Ketua PMI Bintan, Hafizha Rahmadani mengatakan bahwa pihaknya bersama BPBD telah mendistribusikan air bersih ke warga yang terdampak kemarau.
"Banyak permintaan bantuan air dari warga Kampung Bina Desa, jadi kami datang menyalurkan air," kata Hafizha.
Menurutnya, sudah seminggu lebih warga mengalami kesulitan air, apalagi sumur - sumur warga sudah mengering.
Hafizha mengatakan bahwa PMI dan BPBD Bintan akan terus berupaya membantu warga yang terdampak krisis air.
Kepala Pelaksana BPBD Bintan, Ramlah menyatakan dukungannya terhadap langkah PMI yang menyalurkan air ke warga.
"Saat ini masih berlangsung, estimasi air yang disalurkan hari ini sekitar 30 ton," kata Ramlah.
Ramlah berharap bantuan air yang disalurkan dapat meringankan beban masyarakat.
"Semoga bantuan air yang disalurkan dapat meringankan beban masyarakat karena masyarakat tidak harus beli air tangki setiap minggu," tambahnya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak