Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Atasi Krisis Air di Seri Kuala Lobam,Pemerintah Targetkan 2 Pekan Sumur Bor Beroperasi

Slamet Nofasusanto • Selasa, 31 Maret 2026 | 20:33 WIB
SEKDA Bintan, Ronny Kartika. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos
SEKDA Bintan, Ronny Kartika. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos

 

Batampos - Pemerintah Kabupaten Bintan terus berupaya untuk mengatasi krisis air yang melanda wilayah Kecamatan Seri Kuala Lobam. 

Sebagai solusi jangka pendek, pemerintah berencana membangun sumur bor di tiga lokasi terdampak yakni Kelurahan Tanjung Permai, Kelurahan Teluk Lobam dan Desa Teluk Sasah. 

"Kita sudah lapor Pak Bupati dan beliau setuju sumur bos akan dibangun di tiga wilayah terdampak," kata Sekda Bintan, Ronny Kartika.

Ronny mengatakan, sumur bor akan segera dibangun dan ditargetkan minimal dua pekan ke depan sudah bisa beroperasi.

Sumur bor tersebut akan menjadi sumber air bersih dan dimanfaatkan seluruh masyarakat secara gratis selama 24 jam. 

Baca Juga: Pertamina Pastikan Penyaluran BBM di Tambelan Sesuai Ketentuan yang Berlaku

Titik lokasi sementara pembangunan sumur bor  adalah di halaman kantor lurah dan desa. 

Menurut Ronny, pemilihan lokasi ini karena lahan tersebut milik pemerintah daerah sehingga proses pembangunan bisa dilakukan dengan cepat. 

"Kita akan segera melakukan survei dan kajian," katanya.

Ia menambahkan, untuk sementara ini tiga titik lokasi akan dibangun sumur bor, namun tidak menutup kemungkinan ditambah titik lainnya. 

Ia menambahkan jika ada masyarakat yang lumayan jauh jaraknya ke titik lokasi sumur bor, pihaknya akan melihat  kemungkinan dibangun sumur bor lain.

Baca Juga: Perkebunan Sawit Terbakar di Lingga, Asap Tebal Mengganggu Pernafasan Warga

"Kita akan melihat dulu baik lahan dan lainnya, karena sumur bor yang dibangun pemerintah akan dimanfaatkan masyarakat secara terbuka," ujarnya.

Sambil menunggu sumur bor dibangun, Ronny mengatakan, kebutuhan air bersih masyarakat tetap akan dipenuhi dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan bantuan dari perusahaan antara lain PT. Bintan Inti Industrial Estate (BIIE).

Sementara itu, sebagai solusi langkah jangka menengah dan jangka panjang atasi krisis air ke depan, ia mengatakan, pemerintah daerah akan melakukan kajian dan perhitungan terkait sumber air baku dari waduk-waduk lain seperti waduk di Kampung Limau, Desa Busung. 

"Volume air serta kandungan pH airnya secara teknis telah memenuhi standar air baku SPAM tapi perlu dikaji," pungkasnya. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Bintan Kekeringan #Seri Kuala Lobam #krisis air bersih