Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Dugaan Keracunan Massal Tanjunguban, Satu Sampel Makanan Positif Bakteri

Slamet Nofasusanto • Selasa, 5 Mei 2026 | 21:02 WIB
Kadinkes Bintan, Retno Riswati. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos
Kadinkes Bintan, Retno Riswati. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos

batampos – Dinas Kesehatan Bintan menemukan bakteri pada sampel makanan dalam kasus dugaan keracunan massal di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, yang terjadi pada 11 April 2026.

Kepala Dinkes Bintan Retno Riswati mengatakan, hasil uji laboratorium dari BPOM Batam menunjukkan satu dari empat sampel makanan positif mengandung bakteri Enterobacter cloacae.

“Dari empat sampel yang diuji, satu dinyatakan positif bakteri,” ujarnya, Selasa (5/5).

Baca Juga: Demi Tak Kehilangan PKH, Kakek 90 Tahun di Bintan Bertahan di Rumah Nyaris Roboh

Penyelidikan dilakukan sejak 13 April 2026 oleh tim Dinkes bersama puskesmas setempat melalui investigasi epidemiologi, wawancara korban, dan pengambilan sampel makanan.

Meski demikian, Retno memastikan seluruh korban telah sembuh setelah menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.

Dinkes Bintan juga telah memberikan penyuluhan kepada penyelenggara hajatan terkait pentingnya sanitasi dan higiene dalam pengolahan makanan.

Menurutnya, penjamah makanan wajib memahami lima kunci keamanan pangan, mulai dari menjaga kebersihan, memisahkan bahan mentah dan matang, memasak hingga matang sempurna, menjaga suhu makanan, hingga menggunakan bahan baku yang aman.

Baca Juga: Ada Larangan Angkut Barang di Ferry, Distribusi Bahan Pokok ke Anambas Terganggu

“Dalam kondisi memasak dalam jumlah besar, ada kemungkinan beberapa prosedur terlewati,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, Dinkes Bintan mengeluarkan surat edaran dan mengimbau masyarakat untuk berkoordinasi dengan puskesmas jika menggelar hajatan besar.

Langkah ini bertujuan memastikan pengolahan makanan memenuhi standar higiene sanitasi guna mencegah kejadian serupa.

Selain itu, Dinkes juga akan meningkatkan pengawasan dan surveilans terhadap kasus keracunan pangan di masyarakat. (*)

Editor : M Tahang
#keracunan massal #Makanan Positif Bakteri #Dinkes Bintan